Nasional
Cuaca Buruk Melanda Maluku, Sebuah Longboat Tenggelam di Tanimbar

Semarang (usmnews) – Cuaca buruk mendadak melanda wilayah perairan Maluku hingga memicu kecelakaan laut fatal. Peristiwa tragis berupa longboat tenggelam di Tanimbar merenggut nyawa seorang warga setempat pada pekan ini. Awalnya kapal kayu tersebut mengangkut empat belas orang penumpang menuju Pulau Selu.
Namun, ombak besar menghantam perahu itu sehingga memicu insiden maut longboat tenggelam di Tanimbar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat segera mengirimkan laporan darurat menuju kantor Search and Rescue Saumlaki. Oleh karena itu, petugas langsung mempersiapkan operasi penyelamatan demi mencari para korban yang hanyut di laut.

Kronologi Tragedi Perahu Panjang Karam di Kepulauan Tanimbar
Menurut data resmi, kapal nahas tersebut bertolak dari Pulau Sera semenjak hari Selasa pagi yang lalu. Para penumpang menikmati perjalanan laut yang sangat tenang dan lancar pada beberapa mil awal perjalanan. Sang nakhoda mengemudikan perahu panjang tersebut secara aman tanpa menghadapi gangguan ombak ataupun angin kencang.
Namun, badai besar tiba-tiba datang menghantam lambung perahu saat mereka berada di pertengahan jalur pelayaran. Air laut langsung masuk memenuhi lambung kapal hingga menyebabkan perahu tersebut kehilangan keseimbangan dan karam. Alhasil, empat belas penumpang harus berenang menyelamatkan diri di tengah amukan gelombang laut yang sangat ganas.
Evakuasi Korban Kecelakaan Longboat Tenggelam di Tanimbar oleh Tim SAR
Mendengar kabar tersebut, Tim Rescue Pos SAR Saumlaki segera mengerahkan armada Rigid Inflatable Boat menuju lokasi. Para personel menembus ombak besar demi mencapai titik koordinat kecelakaan laut yang berada di barat laut. Koordinator Pos SAR Saumlaki Wahyunan Samal memberikan rilis resmi mengenai hasil evakuasi para korban. Wahyunan menegaskan, “Kami menemukan Thomas Kadung dalam kondisi meninggal, namun tiga belas penumpang lain selamat.”
Dengan demikian, tim gabungan berhasil menyelamatkan mayoritas penumpang setelah berjuang keras melawan cuaca buruk perairan. Petugas langsung mengevakuasi tiga belas warga yang selamat menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. Pihak keluarga merasa lega setelah melihat anggota keluarga mereka kembali dalam kondisi selamat.
Penemuan Jenazah Korban Thomas Kadung di Kawasan Hutan Bakau
Petugas sempat mengalami kesulitan besar saat melakukan pencarian karena faktor gelombang laut yang sangat tinggi. Namun, semangat juang yang tinggi membuat para rescuer terus menyisir area perairan sekitar Pulau Selu. Akhirnya, tim gabungan menemukan jasad korban Thomas Kadung terapung di dekat wilayah hutan bakau Dusun Tatun.

Lokasi penemuan jasad tersebut berada sekitar empat mil laut dari titik awal kecelakaan kapal nahas. Selanjutnya, petugas membawa jenazah pria berusia empat puluh dua tahun itu menuju keluarga di Pulau Sera. Operasi kemanusiaan ini resmi berakhir setelah tim menyerahkan jasad korban kepada pihak keluarga.
Meskipun demikian, pihak berwenang mengimbau seluruh nelayan lokal agar selalu waspada menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem. Masyarakat harus selalu memeriksa kondisi kelayakan perahu panjang sebelum memulai pelayaran jarak jauh melewati laut lepas. Langkah antisipasi yang baik pastinya meminimalisir potensi kecelakaan laut serupa terjadi kembali pada masa depan nanti.







