Nasional
Evakuasi Balita Terjebak Tabung Pengering Mesin Cuci di Magelang Oleh Damkar

Semarang (usmnews) – Tim Pemadam Kebakaran Kota Magelang menunjukkan kesigapan luar biasa dalam aksi penyelamatan darurat. Baru-baru ini, petugas damkar bergegas menyelamatkan seorang balita terjebak tabung pengering mesin cuci di rumahnya. Insiden menegangkan tersebut menimpa seorang anak laki-laki berusia tiga tahun berinisial K di Kampung Karanggading.
Peristiwa mendebarkan ini berlangsung pada Senin malam ketika suasana rumah sedang cukup lengang. Berdasarkan laporan petugas, sang balita terjebak tabung pengering mesin cuci setelah luput dari perhatian orang tua. Beruntung, warga sekitar bertindak cepat dengan menghubungi petugas pemadam kebakaran demi keselamatan jiwa sang anak.

Kronologi Lepasnya Pengawasan Orang Tua di Karanggading
Petugas menduga korban menaiki badan mesin cuci tersebut secara mandiri karena rasa penasaran yang tinggi. Namun, kaki korban mendadak terperosok ke dalam lubang silinder silinder pengering yang sempit itu. Anggota Pemadam Kebakaran Kota Magelang, Ardhian Taufan Hidayat memberikan penjelasan rinci mengenai awal mula insiden darurat tersebut.
“Kata keluarganya, anak itu terjebak di mesin cuci selama satu jam,” ujar Ardhian secara langsung. “Lalu, oleh warga sekitar dilepas dan ditaruh di kasur,” lanjutnya kemudian saat memberikan keterangan resmi. Sayangnya, warga sekitar gagal mengeluarkan tubuh anak tersebut dari dalam tabung plastik tebal itu.
Kendala dan Strategi Evakuasi Anak Terperangkap Mesin Cuci
Petugas damkar menemui kesulitan tersendiri karena posisi kaki korban menekuk dengan sangat rapat di dalam. Kondisi ini membuat ruang gerak korban menjadi sangat terbatas dan berpotensi menimbulkan cedera otot. Akhirnya, tim penyelamat memutuskan untuk menekan dinding tabung pengering plastik itu hingga berubah bentuk menjadi oval.
Teknik penekanan ini berhasil menciptakan ruang longgar bagi tubuh sang balita untuk keluar dengan selamat. Walaupun demikian, korban sempat menangis histeris akibat rasa takut yang luar biasa selama proses evakuasi berjalan. “Tidak ada luka dari penanganan itu,” tambah Ardhian dengan nada lega setelah operasi penyelamatan selesai.







