Connect with us

Nasional

BMKG Analisis Gempa Polewali Mandar Juli 2026 Magnitudo 4,7

Published

on

Semarang (usmnews) – Peristiwa gempa Polewali Mandar Juli 2026 berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah pesisir Sulawesi Barat pada Kamis pagi ini. Guncangan yang terjadi sekitar pukul 09.09 WITA tersebut merambat cukup luas hingga mengejutkan masyarakat di beberapa kabupaten tetangga. Getaran lindu bahkan menyapa warga di Kabupaten Majene, Mamuju, Pangkep, hingga area perkotaan Makassar, Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, laporan cepat mengenai dampak aktivitas seismik di pesisir barat ini langsung menjadi fokus utama pantauan tim tanggap darurat setempat.

Otoritas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa pusat getaran berada di kawasan perairan laut. Titik koordinat gempa berjarak sekitar 50 kilometer di sebelah selatan Polewali Mandar dengan tingkat kedalaman 13 kilometer. Tim seismik mengategorikannya sebagai gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik di Selat Makassar segmen Somba. Namun, kepala BMKG memastikan bahwa pergeseran lempeng tektonik ini tidak membawa risiko gelombang tsunami sama sekali.

Kepanikan Pegawai Kantoran dan Aparatur Sipil Negara

Hantaman getaran yang mendadak ini sempat memicu kepanikan massal di area pusat perkantoran daerah. Di Kabupaten Polewali Mandar, puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang bertugas di Kantor Bupati langsung berhamburan keluar ruangan. Mereka memilih menyelamatkan diri ke lapangan terbuka guna mengantisipasi ancaman runtuhnya atap akibat potensi gempa susulan. Para pegawai mengaku melihat pintu, kaca, dan jendela bangunan bergetar hebat selama beberapa detik.

Dampak Rambatan Getaran Sesar Segmen Somba di Beberapa Kota

Selain mengguncang wilayah episentrum utama, gelombang gempa juga menyebar ke wilayah Majene, Mamuju, hingga Makassar dengan skala intensitas lebih ringan. Sebagian besar masyarakat di kota-kota tersebut mengaku merasakan ayunan lemah yang sempat membuat perabotan rumah tangga berdenting. Jadi, warga sempat menahan aktivitas harian mereka sejenak demi memastikan situasi lingkungan sekitar benar-benar aman kembali setelah peristiwa gempa Polewali Mandar Juli 2026 tersebut mereda. Anda bisa melihat peta sesar aktif sulawesi untuk mengetahui tingkat kerawanan geologi di sekitar tempat tinggal Anda.