Connect with us

Business

Nilai Tukar Mata Uang Rupiah Terkoreksi ke Level Rp 18.068 Per Dollar AS pada Sesi Pagi

Published

on

Semarang (usmnews) – Rupiah melemah lagi pada pembukaan perdagangan pasar spot hari ini dan langsung menempati posisi terendah di kawasan regional Asia. Pasar keuangan domestik menyaksikan dinamika yang cukup berat akibat gempuran sentimen ekonomi global yang fluktuatif terhadap dollar Amerika Serikat. Oleh karena itu, pergerakan mata uang tanah air terpaksa bergeser ke zona merah dengan tingkat koreksi yang cukup dalam. Kondisi perdagangan awal sesi pada pekan berjalan ini mencerminkan tingginya tekanan eksternal terhadap stabilitas moneter nasional.

Sementara itu, persentase penurunan mata uang lokal mencatatkan angka 0,3 persen dari posisi penutupan sore hari sebelumnya. Nilai tukar kini bertengger di area Rp 18.068 per dollar Amerika Serikat setelah sebelumnya berada di level Rp 18.014 per dollar AS. Selain itu, para pelaku pasar terus mencermati pergeseran arus modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri. Oleh sebab itu, otoritas moneter terus memantau perkembangan nilai tukar ini agar tidak mengganggu stabilitas makroekonomi nasional.

Posisi Dollar Taiwan dan Variasi Nilai Tukar Regional Versus Penguatan Yuan China

Sebagai informasi, dollar Taiwan menempati urutan kedua dalam daftar mata uang dengan penurunan terbesar di Benua Kuning. Mata uang tersebut mencatatkan depresiasi nilai sebesar 0,19 persen di hadapan mata uang utama Amerika Serikat. Selanjutnya, baht Thailand juga ikut tergelincir sebesar 0,16 persen dan diikuti oleh penurunan peso Filipina sebesar 0,12 persen. Won Korea Selatan juga tidak mampu bertahan lalu ikut terkoreksi tipis sebesar 0,06 persen pada jam perdagangan yang sama. Ringgit Malaysia melengkapi daftar mata uang zona merah meski fluktuasi nilainya terpantau bergerak sangat tipis.

Di sisi lain, yuan China justru mencatatkan performa terbaik setelah berhasil memimpin penguatan di wilayah regional. Mata uang negara tirai bambu tersebut sukses terapresiasi sebesar 0,12 persen terhadap dollar Amerika Serikat. Kinerja positif ini segera disusul oleh penguatan yen Jepang yang naik sebesar 0,09 persen di pasar spot. Dollar Singapura ikut merangkak naik sebesar 0,05 persen demi menjaga keseimbangan neraca dagang harian mereka. Sementara itu, dollar Hong Kong memilih bergerak relatif stabil dengan hanya mengalami pelemahan sangat kecil sebesar 0,005 persen.

Rupiah Melemah Lagi

Pembalikan Arah Indeks Harga Saham Gabungan Saat Rupiah Melemah Lagi di Pasar Spot

Meskipun nilai mata uang lokal tertekan, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG justru berhasil membalikkan keadaan ke zona hijau. Indeks saham utama domestik melonjak naik sebesar 29,39 poin atau setara dengan kenaikan 0,50 persen. Dengan demikian, angka kumulatif indeks kini sukses mendarat pada posisi level 5.902,763 setelah sempat melemah pada awal sesi. Pergerakan grafik pasar saham bergerak dinamis dalam rentang angka minimal 5.839,669 hingga menyentuh titik tertinggi 5.903,480. Penguatan pasar modal dalam negeri ini mendapatkan dukungan penuh dari dominasi transaksi beli pada sejumlah saham unggulan.

Berdasarkan data statistik pasar, sebanyak 293 saham berhasil bertahan dan mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan. Sebaliknya, sebanyak 223 saham terpaksa mengalami penurunan dan 189 saham lainnya bergerak stagnan tanpa ada perubahan nilai. Aktivitas perdagangan saham di lantai bursa terpantau cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 4,044 miliar lembar saham. Total nilai transaksi keuangan yang berputar tercatat sebesar Rp 1,813 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 513.205 kali. Pada akhirnya, kombinasi pergerakan pasar saham dan mata uang ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi para investor.