Connect with us

Business

Trump Borong Saham Rp144 Triliun saat Raksasa Terancam Tumbang

Published

on

Semarang (usmnews) – Teknologi AI menghantam Intel hingga kewalahan bersaing di sektor chip.

Intel kalah teknologi dari TSMC yang memasok chip untuk Apple, Nvidia, Qualcomm, AMD, hingga Intel sendiri.

Setelah merombak kepemimpinan, Intel mendapat suntikan saat Menteri Perdagangan Howard Lutnick umumkan pemerintah AS membeli 10% sahamnya.

Pemerintahan Trump kembali berupaya mengendalikan perusahaan-perusahaan AS.

Saham Intel naik 6% pada perdagangan Jumat (22/8), lalu stagnan di sesi lanjutan.

Intel jadi satu-satunya perusahaan AS yang mampu memproduksi chip tercepat di dalam negeri.

Namun, pesaing seperti TSMC dan Samsung juga menjalankan pabrik di AS.

Trump berulang kali mendesak produksi lebih banyak chip dan teknologi di AS.

Pemerintah AS menggelontorkan US$8,9 miliar (Rp144 triliun) untuk membeli 10% saham Intel.

Intel menyebut harga yang dibayar pemerintah lebih murah dari harga pasar saat ini, dikutip CNBC International, Sabtu (23/8/2025).

Dari total itu, pemerintah mengalokasikan US$5,7 miliar dari hibah CHIPS yang belum dibayar dan US$3,2 miliar dari hibah program chip aman.

Trump menegaskan di Truth Social bahwa AS tak membayar sepeser pun untuk saham itu, yang kini bernilai sekitar US$11 miliar.

Trump menambahkan, “Kesepakatan ini luar biasa bagi AS sekaligus bagi Intel.”

Pemerintah juga memegang hak membeli tambahan 5% saham Intel jika perusahaan kehilangan mayoritas di bisnis pengecorannya.

Intel menegaskan pemerintah AS tak akan mendapat kursi dewan direksi maupun hak tata kelola lain.

CEO Intel, Lip-Bu Tan, menegaskan Intel berkomitmen menghadirkan teknologi tercanggih dunia buatan AS.

Langkah ini menunjukkan pemerintah AS kini aktif mengambil peran langsung di sektor swasta.

Lutnick menyatakan kepada CNBC International bahwa pemerintah AS memanfaatkan dana Undang-Undang CHIPS untuk menguasai saham Intel.

“Kita harus mendapatkan kepemilikan saham untuk uang kita,” kata Lutnick di acara “Squawk on the Street” CNBC International.

Dana yang dijanjikan pemerintahan Biden akan disalurkan, dan sebagai imbalannya pemerintah akan memperoleh ekuitas, kata Lutnick.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *