Tech
Airbus Sukses Terbangkan A350-1000ULR, Siap Layani Rute Non-Stop Terjauh di Dunia

Semarang (usmnews) – Pesawat Airbus sukses melaksanakan uji penerbangan perdana untuk varian komersial terbaru mereka bernama A350-1000ULR (Ultra Long Range). Pabrikan merancang burung besi mutakhir tersebut demi mengoperasikan salah satu rute penerbangan komersial terjauh di dunia tanpa transit. Agenda penerbangan bersejarah ini berlangsung lancar di area wilayah Toulouse, Perancis, pada Selasa (2/6/2026).
Unit armada dengan nomor seri produksi MSN 707 tersebut merupakan pesanan pertama dari maskapai nasional Australia, Qantas. Perusahaan penerbangan tersebut memesan sebanyak 12 unit tipe sejenis demi mendukung program ambisius mereka bernama Project Sunrise. Burung besi berbalut cat dasar itu sukses mengangkasa selama tiga jam 43 menit pada ketinggian 41.000 kaki.
Tim khusus dari divisi Airbus Flight Test memimpin langsung jalannya misi pengujian performa dasar struktur pesawat airbus tersebut. Kru penerbang menguji serangkaian sistem mekanis baru yang melekat pada tubuh armada ultra jarak jauh tersebut. Langkah awal ini menjadi pembuka penting dari jalannya kampanye sertifikasi resmi dari otoritas regulator penerbangan sipil dunia.

Ambisi Besar Project Sunrise Mengubungkan Dua Benua Tanpa Transit
Sementara itu, insinyur pabrikan merancang tipe A350-1000ULR secara khusus demi mewujudkan impian penerbangan langsung Sydney menuju London. Rute penerbangan komersial non-stop tersebut memiliki bentang jarak tempuh hampir menyentuh angka 10.000 mil laut. Armada membutuhkan durasi operasional di udara hingga mencapai 22 jam lamanya untuk sekali jalan.
Jika operasional berjalan sesuai dengan jadwal rencana awal, rute ini akan memecahkan rekor penerbangan terpanjang dalam sejarah komersial. CEO Qantas, Vanessa Hudson, menegaskan bahwa proyek besar ini akan mengubah cara masyarakat global dalam melakukan perjalanan antarbenua. Kehadiran rute baru mampu memangkas hambatan jarak dan waktu perjalanan dari wilayah timur benua Australia.
Selanjutnya, armada tangguh ini juga siap menghubungkan pusat bisnis di pantai timur Australia menuju kota New York. Selama ini, para penumpang terpaksa mengambil opsi transit pada bandara di kota lain karena keterbatasan daya jelajah armada. Kehadiran teknologi penerbangan jarak jauh ini menjadi lompatan paling ambisius dalam peta industri penerbangan sipil modern.

Penyematan Tangki Bahan Bakar Tambahan Khusus dan Jadwal Kirim Armada
Kemampuan terbang prima milik pesawat Airbus tipe ini lahir berkat pengaplikasian tangki bahan bakar ekstra terintegrasi bernama Rear Centre Tank (RCT). Komponen tangki khusus ini mampu menampung pasokan avtur tambahan sebanyak 20.000 liter ke dalam struktur utama badan pesawat. Modifikasi masif ini mendongkrak daya jelajah armada hingga 1.000 mil laut lebih jauh dari versi standar.
Selain menguji ketahanan mesin, tim teknisi juga memeriksa arsitektur sistem pendingin dapur kabin (galley) yang berbobot lebih ringan. Petugas menguji sistem tata udara serta sirkulasi ventilasi kabin guna menjamin kenyamanan penumpang selama puluhan jam di udara. Setelah masa uji coba rampung, pabrikan akan menata ulang interior kabin sesuai standar spesifikasi komersial mewah milik Qantas.
Akhirnya, manajemen menjadwalkan proses serah terima unit perdana armada komersial ini akan terlaksana pada bulan April tahun 2027 mendatang. Hingga akhir April 2026, keluarga besar varian A350 sukses mengantongi total 1.579 pesanan dari berbagai maskapai dunia. Keberhasilan uji coba ini memperkokoh dominasi pabrikan dalam memimpin pasar transportasi udara jarak jauh antar-benua.
Baca Juga : Mengapa Miliarder China Memilih Memarkir Pesawat di Luar Negeri?







