Lifestyle
Kenali Tanda Trauma Setelah Bencana Alam Menurut Psikolog

Semarang (usmnews) – Bencana alam selalu meninggalkan luka yang sangat mendalam. Mula-mula, bencana merusak berbagai bangunan fisik secara massal. Selain itu, bencana juga memicu tekanan mental bagi korbannya. Bahkan, masalah psikologis ini sering bertahan sangat lama sekali. Oleh karena itu, kita harus mewaspadai kondisi mental tersebut. Sebab, banyak korban mengalami trauma setelah bencana alam reda. Tentu saja, hal ini membutuhkan perhatian medis secara serius.

Pandangan Psikolog Tentang Gejala Trauma
Selanjutnya, mari kita simak penjelasan dari seorang ahli psikologi. Tepatnya, psikolog Danti Wulan Manunggal memberikan pandangan medisnya. Saat ini, Danti aktif bekerja untuk platform psikologi Ibunda.id. Menurutnya, gejala trauma korban tidak selalu tampak secara jelas. Misalnya, trauma tidak selalu berwujud tangisan kesedihan yang histeris. “Trauma tidak selalu terlihat dari tangisan,” ujar Danti tegas. Kemudian, Danti menyampaikan pernyataan ini pada hari Minggu kemarin. Dengan demikian, masyarakat harus mengenali tanda trauma lebih peka.
Perubahan Fisik dan Emosi Secara Halus
Lalu, apa saja tanda trauma yang sangat halus tersebut? Pertama, korban sering mengalami kesulitan tidur pada malam hari. Kedua, mereka menjadi sangat mudah marah tanpa alasan jelas. Selain itu, muncul gangguan fisik yang menyerang tubuh korban. Contohnya, mereka sering merasakan keluhan sakit kepala yang hebat. Selanjutnya, korban menunjukkan perubahan perilaku secara drastis setiap hari. Padahal, mereka sering tidak menyadari perubahan sikap tersebut. Akibatnya, hubungan sosial korban dengan keluarga bisa menjadi renggang.

Pentingnya Dukungan Keluarga Sekitar
Oleh sebab itu, kita wajib mengenali tanda tekanan mental. Khususnya, bagi seseorang yang baru saja mengalami bencana alam. Bahkan, masyarakat yang tinggal pada wilayah rawan ikut berisiko. Sebab, perasaan waswas terus menghantui pikiran mereka setiap waktu. Sehingga, mereka tidak bisa menjalani hidup dengan perasaan tenang. Maka dari itu, keluarga harus selalu memberikan dukungan moral. Jangan pernah meninggalkan korban sendirian melewati masa kelam ini. Pastinya, kehadiran keluarga akan mempercepat proses pemulihan jiwa mereka.
Segera Cari Bantuan Medis Profesional
Terakhir, korban harus segera mendapat penanganan tenaga medis profesional. Sebaiknya, keluarga segera membawa korban menemui psikolog terdekat sekarang. Sebab, ahli jiwa memiliki metode terapi yang paling tepat. Misalnya, mereka menyediakan sesi konseling untuk meredakan rasa cemas. Selain itu, dokter jiwa bisa memberikan obat penenang khusus. Akhirnya, kondisi psikologis korban akan berangsur pulih seperti semula. Pastinya, kesehatan mental memiliki nilai sama dengan kesehatan fisik. Dengan begitu, korban bisa kembali menata masa depan mereka.







