Sports
Sikat Vietnam Lewat Gol Penalti Menit Akhir, Timnas U-19 Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026

Semarang (usmnews) – Eksekusi penalti dingin dari Evandra Florasta sukses memastikan langkah Timnas U-19 Indonesia menuju babak semifinal. Skuad Garuda Muda berhasil menumbangkan rival kuat Vietnam dalam laga pamungkas penyisihan Grup A. Pertandingan sengit bertajuk ASEAN U19 Championship 2026 tersebut berakhir dengan skor tipis 2-1. Duel kedua tim berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang pada Minggu (7/6/2026).
Evandra Florasta menjadi pahlawan penentu kemenangan manis dalam laga bertensi tinggi tersebut. Pemain muda berbakat ini maju sebagai algojo penalti pada masa injury time menit ke-90+2. Sebelumnya, kedudukan kedua tim sempat bertahan imbang sama kuat 1-1 hingga mendekati akhir laga. Gol pembuka skuad Garuda Muda sendiri lahir dari kaki Reno Salampessy pada babak pertama.
Sementara itu, satu-satunya gol balasan dari kubu Vietnam lahir melalui aksi Nguyen Quoc Khanh. Pelatih utama nasional, Nova Arianto, langsung melayangkan apresiasi tinggi pasca wasit meniup peluit panjang. Nova mengucapkan terima kasih mendalam kepada seluruh anak asuhnya beserta jajaran staf ofisial. Mereka semua sudah membuktikan komitmen kerja keras sejak awal bergulirnya turnamen regional ini.

Dominasi Timnas U-19 Indonesia Babak Pertama
Nova mengaku sangat bersyukur atas pencapaian luar biasa dari penggawa muda tanah air. Hasil positif ini membuat Indonesia mampu menentukan nasib dan jalannya sendiri menuju fase gugur. Eks bek persib tersebut juga memuji perkembangan progres permainan anak asuhnya dari laga ke laga. Menurut pandangan Nova, performa taktis timnya terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan.
Sebelumnya, pasukan Garuda Muda langsung mengambil inisiatif serangan agresif sejak menit awal babak pertama. Tekanan konsisten tersebut memaksa barisan pertahanan lawan bekerja ekstra keras mengamankan area penalti. Kebuntuan tim tuan rumah akhirnya pecah pada menit ke-22 lewat skema serangan cepat. Reno Salampessy sukses memenangi duel fisik dengan bek lawan sebelum melepas tembakan.
Reno melepaskan sepakan mendatar keras yang gagal dibendung oleh penjaga gawang Xuan Tin Hoa. Keunggulan skor 1-0 ini mampu bertahan dengan baik hingga masa turun minum tiba. Barisan pertahanan skuad Merah Putih tampil sangat disiplin dalam menerapkan taktik jebakan offside. Strategi pertahanan linier tersebut terbukti ampuh meredam agresivitas serangan balik cepat dari para penyerang Vietnam.

Insiden Botol Lemparan ke Dalam dan Eksekusi Dingin Evandra Florasta
Selanjutnya, tim tamu mencoba mengubah gaya bermain dengan menerapkan variasi operan pendek pada paruh kedua. Indonesia sebenarnya sempat memperoleh peluang emas melalui penetrasi cepat Irpan Abadi Siregar pada menit ke-56. Arkhan Kaka juga sempat melepaskan percobaan tembakan jarak jauh namun belum membuahkan hasil gol. Petaka justru menghampiri lini belakang Indonesia pada menit ke-74 akibat skema bola mati.
Kapten kesebelasan Vietnam, Nguyen Quoc Khanh, sukses menyamakan skor lewat situasi eksekusi tendangan bebas akurat. Pasca gol penyama tersebut, atmosfer pertandingan sempat memanas akibat ulah tidak sportif dari kubu lawan. Salah satu staf pelatih Vietnam sengaja meletakkan botol air mineral di pinggir garis lapangan. Tindakan usil tersebut bertujuan untuk mengganggu pergerakan Fabio Azkairawan yang hendak melempar bola.
Aksi buruk tersebut memicu kemarahan ofisial dan berujung kartu merah dari wasit Tanimoto Ryo. Memasuki masa kritis injury time, Indonesia mendapatkan hadiah penalti usai pemain lawan melakukan pelanggaran fatal. Evandra Florasta yang maju sebagai eksekutor berhasil mengecoh kiper lawan dengan tendangan yang sangat tenang. Skor keunggulan 2-1 tersebut bertahan erat hingga babak kedua resmi berakhir.







