International
Pesawat Kargo K2 Airways Hilang Kontak di Laut Arab

Semarang (usmnews) – Sebuah pesawat kargo jenis Boeing 737 mencatatkan laporan hilang kontak misterius saat menempuh rute penerbangan menuju Karachi, Pakistan. Otoritas penerbangan sipil setempat menduga kuat insiden kecelakaan pesawat kargo K2 Airways ini terjadi akibat kegagalan fungsi kemudi di atas lautan lepas. Hingga detik ini, tim penyelamat gabungan masih terus melakukan operasi penyisiran guna menemukan bangkai pesawat beserta lima awak kabin di dalamnya.
Burung besi milik maskapai K2 Airways ini awalnya lepas landas dengan normal dari Bandara Sharjah, Uni Emirat Arab. Malapetaka mulai datang saat posisi pesawat sudah mendekati batas wilayah udara Pakistan pada malam hari. Menurut catatan menara pengawas, pilot sempat menghubungi petugas Air Traffic Control (ATC) sekitar pukul 21.18 waktu setempat untuk melaporkan kerusakan instrumen arah. Petugas ATC langsung memberikan panduan darurat, namun komunikasi radio tiba-tiba terputus total beberapa menit kemudian.

Deteksi Manufer Tidak Wajar pada Radar Penerbangan
Data pelacakan penerbangan dari platform Flightradar24 memperlihatkan grafik manuver yang sangat tidak wajar sebelum transponder pesawat mati. Sistem mencatat pesawat tersebut beberapa kali mengalami guncangan ketinggian secara drastis dalam hitungan detik. Armada sempat melorot ribuan kaki, lalu menanjak kembali secara paksa sebelum akhirnya menukik tajam menuju permukaan air. Titik sinyal terakhir menunjukkan posisi pesawat berada pada ketinggian rendah sekitar 1.100 kaki dengan kecepatan jatuh yang sangat ekstrem.

Operasi Penyisiran Masif di Koordinat Samudra Pakistan
Titik koordinat terakhir dari pantauan satelit berada sekitar 287 kilometer di sebelah barat Kota Karachi, tepatnya di atas Laut Arab. Mengacu pada data krusial tersebut, pemerintah Pakistan langsung meluncurkan operasi penanganan kecelakaan pesawat kargo K2 Airways secara masif dengan melibatkan armada kapal angkatan laut. Hingga rilis berita ini turun, posko utama belum mendapatkan tanda-tanda serpihan fisik maupun kondisi kepastian nasib lima kru penerbangan. Anda bisa memantau peta jalur penerbangan logistik untuk melihat wilayah koridor udara komersial di kawasan Asia Selatan.







