Connect with us

Education

Kapibara Berteman Dengan Buaya: Alasannya Mengejutkan

Published

on

Kapibara berteman dengan buaya di alam liar.

Semarang (usmnews) – Kapibara Berteman Dengan Buaya mungkin terdengar seperti kisah fiksi belaka. Namun, fenomena unik ini benar-benar terjadi di alam liar benua Amerika. Hewan pengerat raksasa ini sering bersantai di dekat predator ganas tersebut. Pemandangan menakjubkan ini tentu mengundang rasa penasaran banyak pihak. Bagaimana hewan herbivora ini bisa hidup damai berdampingan dengan predator puncak?

Melansir laporan dari MSN Berita, para ahli akhirnya mengungkap rahasia ini. Ketenangan kapibara ternyata merupakan strategi bertahan hidup yang sangat jenius. Hewan ini jarang menunjukkan gerakan panik atau agresif di dekat air.

Sifat tenang ini sangat menguntungkan bagi keselamatan nyawa mereka. Buaya biasanya bereaksi cepat terhadap gerakan mendadak atau percikan air keras. Gerakan santai kapibara sama sekali tidak memicu insting berburu sang predator.

Risiko Cedera Bagi Sang Predator

Selain itu, buaya sangat memperhitungkan efisiensi energi saat berburu mangsa. Menyerang kapibara dewasa jelas membutuhkan energi dan tenaga yang sangat besar. Kapibara memiliki tubuh bongsor, kulit tebal, serta gigi depan yang tajam.

“Kapibara memiliki gigi tajam. Mereka tidak sepadan dengan risiko cedera buaya,” jelas Dr. Congdon selaku peneliti satwa liar.

Oleh karena itu, buaya lebih menyukai mangsa yang ukurannya lebih kecil. Ikan atau burung air jauh lebih menarik bagi menu harian predator.

Keuntungan Hidup Berkelompok

Selanjutnya, kekuatan sosial juga menjadi tameng utama bagi hewan pengerat ini. Kapibara selalu hidup rukun dalam kelompok besar yang sangat solid. Mereka memiliki sistem penjagaan bergiliran saat anggota kelompok lain sedang makan.

Sistem alarm alami ini bahkan sangat menguntungkan satwa di lingkungan sekitarnya. Jika jaguar darat mendekat, kapibara akan segera memberi sinyal peringatan keras. Sinyal peringatan ini secara tidak langsung juga menyelamatkan buaya di sekitarnya.

Kesimpulannya, hubungan kedua hewan ini murni mewakili sistem toleransi ekosistem alam. Mereka saling memahami batasan wilayah tanpa perlu memicu konflik berdarah. Fenomena ini membuktikan betapa menakjubkannya harmoni dan keseimbangan satwa alam liar. Anda bisa mengunjungi kebun binatang terdekat untuk melihat langsung keunikan satwa ini.

Baca Juga: Papa Zola The Movie: Tembus 500 Ribu Penonton di Indonesia

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *