International
Donald Trump Sebut Hubungan Diplomatik Selesai Setelah Washington Lancarkan Operasi Militer

Gencatan senjata AS dan Iran telah berakhir menurut pernyataan resmi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini. Pemimpin negara adidaya tersebut menegaskan bahwa pihak Washington tidak ingin membuang-buang waktu lagi. Oleh karena itu, mereka enggan berurusan dengan pihak Teheran. Hubungan bilateral kedua belah pihak langsung terputus secara sepihak. Kondisi ini terjadi setelah eskalasi militer di wilayah perairan internasional mengalami peningkatan signifikan.
Sementara itu, pernyataan keras dari Donald Trump tersebut disampaikan langsung saat menghadiri KTT NATO di Ankara Turki. Pemimpin Amerika Serikat itu menuduh pihak Iran telah berulang kali memutarbalikkan poin-poin kesepakatan damai. Kesepakatan tersebut sebelumnya telah ditandatangani pada 17 Juni lalu. Selain itu, dinamika politik ini langsung memicu reaksi berantai pada sektor ekonomi makro dunia. Oleh sebab itu, para pengamat kini mengkhawatirkan terjadinya konflik terbuka yang lebih meluas.

Lonjakan Harga Minyak Mentah Dunia dan Catatan Evaluasi untuk Gencatan Senjata AS dan Iran
Sebagai informasi, harga minyak mentah dunia langsung meroket lebih dari lima persen setelah pidato Donald Trump. Patokan internasional minyak mentah Brent North Sea melonjak 5,3 persen. Komoditas tersebut menyentuh angka USD 78,09 per barel di pasar bursa. Selanjutnya, kenaikan serupa juga menimpa minyak mentah West Texas Intermediate. Harga minyak tersebut merangkak naik 5,4 persen menuju level USD 74,23 per barel. Fenomena ekonomi ini lahir akibat kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan jalur pasokan energi.
Donald Trump juga menambahkan bahwa berurusan dengan Teheran hanya membuang waktu. Beliau menuduh mereka telah membohongi pers dunia mengenai proyek nuklir. Padahal, semua pihak sebelumnya telah sepakat untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam klausul perdamaian. Meskipun demikian, Donald Trump menyatakan akan tetap berbicara dengan negosiator Amerika Serikat Steve Witkoff. Beliau juga akan berdiskusi dengan menantunya Jared Kushner. Namun, pihak Amerika Serikat menegaskan bahwa keputusan kembali berunding sekarang berada di tangan Teheran.

Operasi Ofensif CENTCOM di Selat Hormuz dan Serangan Balasan Rudal IRGC
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengumumkan telah merampungkan operasi serangan udara besar-besaran. Pasukan militer Amerika Serikat mengklaim telah berhasil menghantam lebih dari 80 target strategis. Target tersebut termasuk sistem radar pesisir dan lokasi peluncuran rudal. Langkah ofensif ini menjadi respons langsung atas tindakan Angkatan Laut Iran. Pihak Iran sebelumnya menyerang kapal-kapal komersial milik warga sipil di Selat Hormuz. Selain itu, serangan dahsyat ini juga menargetkan lebih dari 60 kapal kecil kepunyaan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.
Sementara itu, pihak IRGC tidak tinggal diam dan langsung melancarkan aksi balasan. Mereka menyerang puluhan fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Melalui siaran televisi pemerintah IRIB, pihak Iran menyatakan telah mengirimkan kombinasi serangan rudal dan drone. Senjata tersebut diarahkan ke 85 fasilitas utama Amerika Serikat. Operasi gabungan tersebut berhasil menghantam pangkalan Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain. Mereka juga menghantam Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait. Dengan demikian, situasi di lapangan semakin kritis setelah pihak Iran juga mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone canggih berjenis MQ-9 milik militer Amerika Serikat.







