Sports
Isu Iran Mundur Piala Dunia, FIFA Pusing

Semarang (usmnews) – Dilansir dari bola.com FIFA berpotensi menghadapi krisis terbesar sepanjang sejarah sepak bola. Kali ini, publik tidak bisa menyalahkan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Pasalnya, penyelenggaraan turnamen akbar tahun depan memicu banyak tanda tanya. Awalnya, gejolak kawasan Timur Tengah menjadi pemicu utama masalah ini. Bahkan, rumor Iran mundur Piala Dunia semakin menguat akhir-akhir ini.

Faktanya, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terus menghujani wilayah Iran. Akibatnya, FIFA menghadapi pertanyaan besar mengenai nasib turnamen tersebut. Sebab, sejarah belum pernah mencatat tim lolos kualifikasi batal tampil. Namun, Federasi Sepak Bola Iran bisa saja menolak jatah tampilnya. Tentu saja, skenario Iran mundur Piala Dunia akan menguntungkan negara lain. Misalnya, tim nasional Irak sangat berpeluang merebut tiket kosong tersebut. Selain itu, Pemerintah AS berpeluang menolak izin masuk bagi skuad Iran.
[Baca Juga: Israel Serang Iran Lagi: 1.500 Anggota Garda Revolusi Tewas]
Sementara itu, ancaman keamanan lain turut menghantui pihak panitia penyelenggara. Faktanya, kartel narkoba terus menebar teror kekerasan di negara Meksiko. Khususnya, geng bersenjata sempat menutup jalan-jalan utama di kota Guadalajara. Oleh karena itu, aparat keamanan Amerika Serikat langsung meningkatkan status siaga. Terlebih lagi, kebijakan pemerintah membatasi perjalanan suporter dari berbagai benua.

Selanjutnya, masalah infrastruktur dan cuaca ekstrem juga membuat FIFA pusing. Contohnya, pejabat kota Foxborough menolak mengeluarkan izin hiburan untuk stadion. Mereka menuntut pemerintah atau FIFA membayar biaya operasional terlebih dahulu. Selain itu, panitia wajib mengganti rumput sintetis menjadi rumput alami. Tujuannya, mereka ingin memastikan kualitas lapangan memenuhi standar internasional.
Akhirnya, FIFA juga menyoroti ancaman cuaca panas dan kelembapan ekstrem. Sebagai solusi, panitia menjadwalkan banyak laga sore di dalam stadion tertutup. Bahkan, wasit akan menerapkan jeda minum pada pertengahan setiap babak. Meskipun begitu, hukum lokal mewajibkan wasit menghentikan laga saat badai melanda. Kesimpulannya, ancaman Iran mundur Piala Dunia hanyalah permulaan dari krisis besar ini.







