Connect with us

Nasional

Warga Geger Terkait Penemuan Jasad Mutilasi di Pancoran Mas Depok

Published

on

Semarang (usmnews) – Kasus penemuan jasad mutilasi di Pancoran Mas mendadak mengejutkan seluruh warga Kota Depok Jawa Barat. Warga setempat tidak sengaja menemukan kantong berisi tubuh pria tanpa nyawa pada Selasa sore. Sebelumnya warga membiarkan kantong tersebut tergeletak di sebuah tanah kosong selama dua belas hari. Mereka mengira kantong kain itu hanya berisi tumpukan sampah rumah tangga biasa. Namun kecurigaan warga mulai muncul setelah kobaran api melelehkan pembungkus luar kantong plastik tersebut.

Peristiwa penemuan jasad mutilasi di Pancoran Mas ini berawal saat saksi berinisial H melihat kantong tersebut. Saksi mengaku sudah melihat keberadaan kantong itu sejak hari Jumat tanggal 24 Juli lalu. Namun H sama sekali tidak menaruh rasa curiga terhadap benda mencurigakan di area perkampungan. Kemudian H hanya memberitahukan keberadaan kantong plastik tersebut kepada adiknya yang berinisial MR.

Warga sekitar lokasi kejadian memang sempat menghiraukan keberadaan kantong misterius tersebut selama hampir dua pekan. Selanjutnya MR berniat membersihkan area tanah kosong dengan cara membakar tumpukan sampah pada sore hari. Namun MR merasa sangat terkejut saat melihat lelehan kantong plastik menampakkan bagian tubuh manusia. Saksi langsung menghentikan pembakaran sampah tersebut dan segera menghubungi pihak kepolisian setempat demi keamanan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan keterangan resmi terkait penanganan awal lokasi kejadian. “MR bermaksud membakar karung yang diduga berisi sampah. Saat karung terbakar dan sebagian meleleh, saksi melihat bagian tubuh manusia di dalamnya, kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas,” jelasnya. Pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara serta mengumpulkan barang bukti.

Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Mutilasi di Pancoran Mas

Niat Bakar Sampah, Warga Temukan Mayat Diduga Korban Mutilasi

Seorang warga setempat bernama Badlu memberikan kesaksian mengenai kondisi awal benda misterius tersebut di pemukiman. Badlu menjelaskan bahwa warga membiarkan benda tersebut karena mengira isinya hanyalah tumpukan sampah biasa. “Ya dari kemarin sih, pertama ada karung situ dari tanggal 24. Dari tanggal 24 ada karung situ dikira sampah, makanya sama warga sini didiemin aja,” ujar Badlu.

Selain itu Badlu menceritakan detik-detik saat warga mulai membakar tumpukan plastik pembungkus di lokasi kejadian. “Setelah tadi sama anak Pak Tutu, akhirnya dibakar. Setelah dibakar kan karungnya meleleh. Karungnya meleleh, terus baru kelihatan badannya, gitu,” ungkapnya. Bahkan Badlu menambahkan bahwa kantong tersebut tidak mengeluarkan bau busuk yang menyengat saat berada di lokasi. “Nggak begitu bau. Makanya dibakar sama anak Pak Tutu, bapaknya dia kan temen saya ngaji, gitu. Bapaknya ya,” tambahnya.

Penyelidikan Polisi Terhadap Kasus Jasad Mutilasi Depok

Niat Bakar Sampah, Warga Temukan Mayat Diduga Korban Mutilasi

Pihak kepolisian mengusut tuntas penemuan jasad mutilasi di Pancoran Mas untuk menemukan petunjuk terang. Polisi menemukan korban dalam kondisi mengenaskan tanpa pakaian serta mengalami kerusakan fisik yang parah. Selain itu polisi mendapati kain putih yang mengikat erat kedua tangan korban dari arah belakang. Pelaku pembunuhan juga memotong kedua kaki korban mulai dari area pangkal paha secara terpisah. Bahkan tim medis mengidentifikasi adanya luka sabetan tajam terbuka pada bagian leher korban tersebut.

Kombes Budi Hermanto menerangkan kondisi fisik korban secara rinci kepada awak media di markas kepolisian. “Korban ditemukan tanpa mengenakan pakaian, kedua tangan terikat kain berwarna putih, kedua kaki hilang mulai dari pangkal paha, terdapat luka terbuka pada leher,” ujar Kombes Budi Hermanto. Saat ini petugas membawa jenazah korban menuju RS Polri Kramat Jati demi proses otopsi lanjutan.

Sementara itu penyidik kepolisian terus bekerja keras untuk mengungkap identitas korban pembunuhan keji tersebut. Polisi juga mengumpulkan saksi serta alat bukti demi membekuk pelaku tindak kejahatan berat ini. Oleh karena itu aparat mengimbau masyarakat agar segera melaporkan informasi apapun terkait anggota keluarga yang hilang. Polisi berharap kerjasama masyarakat dapat mempercepat proses pengungkapan kasus tindak pidana mutilasi ini secara tuntas.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link