Connect with us

International

Indonesia Lanjutkan Pengadaan Impor Minyak Mentah dari Rusia

Published

on

Semarang (usmnews) – Pemerintah Indonesia sedang memproses pengadaan tahap kedua impor minyak mentah dari Rusia untuk memperkuat cadangan energi nasional. Pasokan tahap pertama dari Negeri Beruang Merah tersebut sudah mendarat dengan selamat di tanah air. Langkah strategis ini membuktikan komitmen kuat pemerintah dalam mengamankan pasokan energi primer bagi seluruh rakyat. Kementerian ESDM mengelola langsung proses pengadaan minyak ini tanpa melibatkan korporasi PT Pertamina (Persero). Keputusan tegas tersebut bertujuan menjaga independensi serta kedaulatan bangsa dari intervensi pihak luar.

Pengelolaan impor minyak mentah dari Rusia secara langsung oleh negara memberikan keleluasaan penuh bagi pemerintah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan penegasan mengenai independensi Indonesia dalam urusan pengadaan energi ini. “Dan ingat ya, yang melakukan pengadaan itu bukan Pertamina ya, negara. Jadi negara nggak boleh diintervensi oleh negara lain ya,” tegas Bahlil Lahadalia. Beliau menambahkan bahwa pemerintah berencana menyusun kontrak jangka panjang demi ketahanan energi nasional.

Pemerintah memanfaatkan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebagai pelaksana utama pengadaan ini. Langkah ini selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Dalam Negeri. Badan Layanan Umum di lingkungan Kementerian ESDM ini memiliki kewenangan penuh melakukan impor. Namun pemerintah tetap memprioritaskan pasokan minyak mentah dari kontraktor dalam negeri demi kebutuhan domestik.

Mekanisme Pelaksanaan Impor Minyak Mentah dari Rusia Lewat Lemigas

Jadi Produsen Top 3 Dunia, Rusia Pernah Ekspor Minyak ke RI?

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memberikan penjelasan mengenai optimalisasi peran lembaga pemerintah dalam pengadaan minyak. Yuliot menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membentuk badan baru untuk mengurus pasokan energi tersebut. “Jadi kita akan mengoptimalkan penggunaan ini BLU yang ada di antaranya adalah Lemigas,” ujar Yuliot Tanjung. Beliau menjelaskan bahwa aturan baru memberikan ruang luas bagi lembaga pemerintah selain BUMN.

Selain itu penetapan harga minyak mentah lokal tetap mengacu pada Standar Harga Minyak Indonesia (ICP). Skema ini memastikan para kontraktor dalam negeri tidak mengalami kerugian saat menjual hasil produksi. Pemerintah ingin menjaga keseimbangan antara impor luar negeri serta penyerapan minyak mentah hasil bumi sendiri.

Komitmen Pasokan Energi Hasil Pertemuan Presiden Prabowo dan Putin

Bahlil: Minyak Mentah Rusia Berpotensi Masuk Indonesia April 2026 - TIMES  Indonesia

Total volume impor minyak mentah dari Rusia mencapai angka seratus lima puluh juta barel. Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo membeberkan komitmen besar tersebut saat memberikan paparan di Jakarta. “Indonesia sekarang sudah ada komitmen dari pemerintah Rusia, 150 juta barel kita bisa simpan di Indonesia,” ucap Hashim Djojohadikusumo. Kesepakatan harga khusus ini merupakan hasil diplomasi Presiden Prabowo Subianto saat melawat ke Moskwa.

Sementara itu pemerintah meyakini bahwa pasokan ekstra ini mampu melindungi Indonesia dari gejolak ekonomi dunia. Kerja sama bilateral ini memperkuat posisi Indonesia yang menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif. Oleh karena itu Indonesia terus menjalin kemitraan strategis tanpa harus tunduk pada tekanan negara lain.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link