Connect with us

Nasional

Pelajar Berkostum Adat Nusantara Ramaikan Lomba Cerdas Cermat Museum

Published

on

Semarang (usmnews) – Ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama meramaikan perhelatan edukatif tingkat Provinsi Jawa Tengah. Para peserta tampil sangat anggun memakai busana tradisional dari berbagai penjuru tanah air Indonesia. Mereka mengikuti ajang lomba cerdas cermat museum dengan penuh semangat di Museum Ranggawarsita Semarang. Suasana ruangan museum menjadi sangat meriah karena warna-warni baju adat daerah yang memikat. Selanjutnya, kegiatan edukasi sejarah ini berhasil menyatukan puluhan tim terbaik dari seluruh penjuru kabupaten.

Seluruh kontestan membawakan identitas budaya daerah seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, hingga Papua. Para peserta merasa sangat bangga saat memamerkan kostum adat daerah masing-masing di panggung. Panitia melihat ajang lomba cerdas cermat museum ini bukan sekadar kompetisi adu wawasan sejarah. Selain itu, kegiatan budaya ini menjadi sarana efektif untuk membangun karakter kebangsaan generasi muda. Oleh sebab itu, jajaran pemerintah provinsi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang hadir.

Mendidik Generasi Muda Lewat Ajang Cerdas Cermat dan Pengetahuan Sejarah

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah Endro Wicaksa membuka acara tersebut. Kemudian, ia menyampaikan rasa bangga atas antusiasme para pelajar dalam melestarikan warisan budaya.

“Anak-anak menunjukkan rasa cinta budaya melalui pakaian tradisional pada kesempatan luar biasa ini,” kata Endro.

“Mereka datang bukan hanya mengikuti kompetisi, melainkan menyapa sejarah dan perjalanan bangsa Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa teknologi digital berkembang sangat cepat pada era modern sekarang. Namun, jajaran dinas pemerintah terus memahamkan generasi muda mengenai sejarah panjang bangsa Indonesia. Melalui arena kompetisi ini, anak-anak belajar memahami proses panjang perjuangan para pahlawan bangsa. Dengan demikian, mereka memupuk kecintaan mendalam terhadap tanah air melalui bukti bukti sejarah nyata.

Menguji Wawasan Permuseuman dan Tradisi Baju Adat Nusantara

Kepala Museum Jawa Tengah Ranggawarsita Agung Raharjo Wibowo Kusumo turut memberikan keterangan teknis. Ia menegaskan bahwa sebanyak dua puluh delapan tim perwakilan daerah bersaing secara ketat. Pemenang tingkat provinsi nantinya mengemban amanat besar menjadi wakil Jawa Tengah di tingkat nasional. Kementerian Kebudayaan bakal menggelar babak final tingkat nasional untuk menentukan sang juara sejati.

“Kami bermaksud meningkatkan minat generasi muda terhadap museum melalui kompetisi yang sportif ini,” tutur Agung.

Selain menguji hafalan modul sejarah, panitia memberi ruang ekspresi budaya melalui kompetisi pakaian.

Antusiasme Peserta Cerdas Cermat Permuseuman Memamerkan Kebhinekaan Budaya

Hasbi Akbar Al Fauzan mewakili tim siswa unggulan dari SMP Negeri 1 Wangon. Ia bersama rekan satu timnya memilih tema Bhinneka Tunggal Ika dengan memadukan busana.

“Kami ingin menunjukkan kebhinekaan suku bangsa yang tetap menyatu dalam wadah Indonesia,” ujar Hasbi.

Bahkan, tim Wangon sudah melakoni persiapan latihan fisik dan mental selama tujuh bulan terakhir. Hasilnya, mereka meraih poin tertinggi pada babak pertama pengujian materi sejarah dan kebudayaan.

Sementara itu, Joshua Wilbert Nathanael dari SMP Negeri 1 Boyolali mantap memilih busana Jawa.

“Kami bangga mengenakan baju adat Jawa Tengah sebagai identitas asli kelahiran kami,” kata Joshua.

Ia merasa sangat optimistis melaju ke babak final bersama guru pendamping dari sekolah. Mereka tekun mempelajari buku sejarah dan modul museum demi merebut piala kemenangan utama.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link