Connect with us

Lifestyle

Panduan Tepat Waktu Membayar Zakat Fitrah

Published

on

Menunaikan zakat fitrah merupakan kewajiban setiap umat muslim. Tentu saja, kewajiban ini berlaku selama bulan suci Ramadhan. Namun, banyak orang masih sering merasa kebingungan. Khususnya, mereka menanyakan waktu membayar zakat fitrah yang tepat. Padahal, umat Islam wajib membayarnya secara tepat waktu. Jangan sampai batas waktu Hari Raya Idulfitri terlewat begitu saja. Sebab, keterlambatan akan menggugurkan nilai ibadah wajib ini. Oleh karena itu, mari kita bahas panduan waktunya sekarang.

Pentingnya Menunaikan Kewajiban Zakat

Mula-mula, kita harus memahami makna zakat fitrah ini. Secara umum, ibadah ini bertujuan menyucikan harta benda kita. Selain itu, zakat berfungsi membersihkan jiwa seorang muslim. Terutama, membersihkan jiwa dari perbuatan sia-sia selama berpuasa. Selanjutnya, zakat juga membantu meringankan beban fakir miskin. Sehingga, mereka bisa ikut merayakan hari kemenangan nanti. Dengan demikian, tali persaudaraan sesama muslim akan makin kuat. Pastinya, Allah menjanjikan pahala berlipat ganda bagi pembayarnya.

Waktu Paling Utama dan Terbaik

Lalu, kapan waktu paling utama membayarkan zakat ini? Menurut para ulama, waktu terbaik adalah menjelang salat Idulfitri. Tepatnya, Anda membayarnya sejak terbit fajar hari raya. Kemudian, batas akhirnya adalah sebelum imam memulai salat Id. Pada waktu ini, nilai pahalanya sungguh sangat besar sekali. Akan tetapi, waktu ini juga sangat sempit dan berisiko. Sebab, kesibukan pagi hari raya sering membuat orang lupa. Oleh sebab itu, panitia masjid jarang merekomendasikan waktu ini.

Waktu Boleh dan Larangan Makruh

Sebagai solusi, Islam memberikan kelonggaran waktu sejak awal Ramadhan. Artinya, Anda boleh membayar zakat pada hari pertama puasa. Bahkan, menyetor pembayaran sejak pertengahan bulan juga sah. Sehingga, panitia masjid memiliki banyak waktu membagikan sembako. Di sisi lain, Anda wajib menghindari batas waktu makruh. Misalnya, Anda menyetor zakat setelah selesai melaksanakan salat Idulfitri. Sebab, statusnya langsung berubah menjadi sedekah biasa saja. Akhirnya, kewajiban ibadah zakat Anda justru belum gugur.

Besaran Takaran yang Harus Keluar

Selanjutnya, kita wajib mengetahui besaran takaran zakat ini. Biasanya, umat muslim menggunakan beras sebagai makanan pokok. Oleh karena itu, siapkan beras sebanyak dua setengah kilogram. Atau, Anda bisa menggunakan takaran tiga setengah liter beras. Selain itu, Anda juga boleh menggantinya menggunakan uang tunai. Tentu, nominal uangnya harus setara dengan harga beras tersebut. Sebaiknya, konsultasikan harga standar beras dengan amil masjid sekitar. Dengan begitu, ibadah zakat Anda menjadi sah dan sempurna.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *