Connect with us

Lifestyle

Laporan Global Mengenai Risiko Penipuan dan Pencopetan Tertinggi

Published

on

Semarang (usmnews) – Agenda liburan impian menuju destinasi wisata mancanegara seharusnya menjadi momen yang sangat menyenangkan bagi semua orang. Namun, petualangan seru bisa berubah menjadi bencana apabila turis kehilangan barang berharga akibat aksi kejahatan jalanan. Lembaga asuransi terkemuka Compare the Market baru saja merilis daftar kota dengan risiko penipuan dan pencopetan tertinggi di dunia. Tim peneliti menyusun laporan komprehensif ini berdasarkan gabungan data ulasan platform digital serta persepsi kriminalitas masyarakat. Otoritas menggabungkan seluruh indikator penilaian menjadi skor akhir berskala nol hingga seratus poin. Ibu kota Thailand, Bangkok, menduduki posisi pertama sebagai destinasi yang paling rawan bagi para pelancong asing. Sebagian besar wisatawan di kota ini lebih sering menghadapi berbagai modus muslihat daripada kehilangan barang bawaan secara langsung. Kawasan Grand Palace menjadi titik lokasi yang paling sering muncul dalam keluhan para pengunjung di internet. Oleh karena itu, para pelancong wajib meningkatkan kewaspadaan ekstra saat berkunjung menuju kompleks istana bersejarah tersebut.

Modus Kejahatan Jalanan di Kota dengan Risiko Penipuan dan Pencopetan Tertinggi

Kota mode Paris menempati peringkat kedua dunia dengan tingkat kekhawatiran aksi kriminalitas yang cukup signifikan. Berbeda dengan Bangkok, para pelancong di ibu kota Prancis ini justru lebih sering mengeluhkan maraknya aksi pencopetan. Kawasan sekitar Basilika Sacre Coeur menjadi salah satu tempat yang paling berbahaya bagi keselamatan harta benda turis. Selanjutnya, kota Praha di Republik Ceko menyusul pada posisi ketiga karena memiliki angka kasus pencurian yang tinggi.

Kota metropolitan Shanghai menempati peringkat keempat dalam daftar survei keamanan global khusus wilayah pariwisata tersebut. Para pelancong internasional tetap harus menjaga barang bawaan mereka dengan ketat saat berada di pusat keramaian. Sementara itu, wilayah Agra di India mengunci posisi lima besar sebagai destinasi yang rawan kejahatan jalanan. Kota tempat berdirinya Taj Mahal ini masuk daftar akibat tingginya laporan berbagai taktik licik penjual lokal.