Nasional
Panen Raya Udang Vaname di KIW: Pemprov Jateng Sukses Kembangkan Tambak Modern

Semarang (usmnews) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencetak prestasi gemilang dalam sektor sektor perikanan budidaya pesisir. Otoritas berhasil menggelar agenda panen raya udang vaname di Kawasan Industri Wijayakusuma Kota Semarang kemarin. Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Tugu Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng mengelola langsung lahan potensial ini. Oleh karena itu, keberhasilan ini membuktikan bahwa area industri mampu menghasilkan komoditas pangan berkualitas tinggi.
Pemerintah menerapkan rekayasa teknologi modern untuk mengoptimalkan hasil produksi di atas lahan seluas 1.561 meter persegi. Langkah taktis ini sekaligus menjadi role model bagi program revitalisasi tambak di sepanjang jalur Pantura. Komoditas udang hasil panen tersebut memiliki ketahanan fisik yang sangat luar biasa serta ukuran yang seragam.
Inovasi Teknologi dalam Panen Raya Udang Vaname di Semarang
Manajemen tambak menerapkan sistem sirkulasi tertutup guna menyiasati lokasi budidaya yang berada di kawasan pabrik. Strategi ini terbukti mampu menghemat penggunaan pasokan air dari luar lingkungan tambak secara signifikan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng, Endi Faiz Efendi, menjelaskan teknis pengelolaan air tersebut secara rinci. Beliau mengatakan, “Kita menggunakan sedikit air dari luar, kemudian kita treatment dengan dolomit, kaporit, dan aerasi sebelum digunakan untuk budidaya.”
Melalui pemeliharaan intensif selama 82 hari, produktivitas tambak mampu mencapai target total sebesar 1,3 ton. Setiap satu kilogram hasil panen rata-rata berisi sekitar 60 ekor udang berukuran besar dan segar. Akibatnya, para tengkulak lokal langsung memborong seluruh hasil produksi dengan estimasi harga 60 ribu rupiah per kilogram.
Dorongan Gubernur untuk Sentra Pembibitan Komoditas Unggul
Gubernur Ahmad Luthfi memberikan apresiasi tinggi sekaligus instruksi baru kepada jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng. Beliau meminta dinas terkait untuk melipatgandakan kapasitas produksi pada sentra-sentra pembibitan ikan dan udang daerah. Menurut beliau, fokus pada pembibitan akan memberikan multiplier effect yang jauh lebih besar bagi perekonomian masyarakat luas. Langkah ini juga dapat memangkas biaya operasional para petambak kecil secara signifikan di berbagai wilayah.
“Keberadaan balai perikanan milik pemerintah harus menjadi pusat pembibitan unggul yang dapat dimanfaatkan para pembudidaya di berbagai daerah. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh benih berkualitas,” ujar Ahmad Luthfi secara tegas. Beliau juga memerintahkan seluruh tenaga penyuluh lapangan agar mengawal ketat proses budidaya dari hulu hingga hilir. Melalui pendampingan yang konsisten, para petambak lokal optimistis mampu meningkatkan taraf hidup sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.







