Connect with us

International

Trump Ancam Iran dengan Serangan Lebih Besar, AS Siaga

Published

on

Donald Trump ancam Iran dengan serangan militer lebih besar.

Semarang (usmnews) – Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Donald Trump ancam Iran dengan serangan militer yang jauh lebih besar. Peringatan keras ini ia sampaikan secara langsung sebagai respons atas provokasi Teheran yang terus berlanjut di kawasan tersebut.

Kekhawatiran pasar global pun meningkat tajam. Akibatnya, bayang-bayang konflik terbuka antara dua kekuatan militer besar ini kembali menghantui stabilitas keamanan internasional.

Trump Ancam Iran: Armada Besar Bergerak

Melansir pemberitaan dari Tirto.id, Trump menyampaikan ultimatum tersebut melalui media sosialnya. Ia menyebut bahwa sebuah “armada besar” angkatan laut AS sedang bergerak menuju perairan dekat Iran. Trump menggunakan strategi tekanan ini untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan.

“Iran harus membuat kesepakatan, sebelum terlambat,” tegas Trump sebagaimana berbagai media internasional mengutipnya.

Selain itu, Trump juga menyoroti posisi Iran sebagai “pengganggu” (bully). Ia memperingatkan bahwa serangan AS berikutnya akan berdampak jauh lebih “tragis” dan mematikan daripada konflik-konflik sebelumnya.

[Baca Juga: Eskalasi Membara di Teluk: Trump Kerahkan Armada Perang dan Beri Ultimatum Terakhir Terkait Ambisi Nuklir Iran]

Respon Keras Teheran: Siap Menghancurkan

Merespons gertakan tersebut, militer Iran langsung memberikan balasan menohok. Laksamana Muda Habibollah Sayyari, Wakil Kepala Angkatan Darat Iran, menegaskan bahwa pasukannya berada dalam kondisi siaga penuh.

Menurut Sayyari, musuh mengetahui bahwa setiap agresi ke wilayah Iran akan membawa kerugian besar. Iran mengklaim memiliki kemampuan mumpuni untuk menghancurkan armada AS yang mencoba mendekat ke perbatasan mereka.

Konteks Konflik dan Dampak Global

Selanjutnya, eskalasi ini terjadi akibat buntunya pembicaraan program nuklir. Washington menuntut Teheran menghentikan pengayaan uranium. Dunia mencurigai aktivitas tersebut sebagai upaya pembuatan senjata nuklir. Di sisi lain, Iran bersikeras bahwa program nuklir mereka bertujuan damai dan menolak perintah pihak asing.

Analis menilai bahwa retorika Trump ancam Iran ini merupakan taktik brinkmanship untuk menguji mentalitas lawan. Oleh karena itu, dunia internasional kini menahan napas, menanti apakah ketegangan ini akan berujung damai atau justru memicu perang dahsyat.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *