Entertainment
Totalitas Peran yang Berujung Protes: Mengapa Istri Charlie Hunnam Terganggu dengan Suara “Ed Gein”?

Semarang (usmnews) – Dikutip dari CNNindonesia.com Aktor kenamaan Inggris, Charlie Hunnam, kembali menjadi perbincangan hangat di jagat hiburan Hollywood. Bukan hanya karena keberhasilannya mendapatkan peran ikonik sebagai pembunuh berantai legendaris, Ed Gein, dalam musim ketiga serial antologi Monster garapan Ryan Murphy di Netflix, melainkan juga karena dampak personal yang ditimbulkan dari pendalaman karakter tersebut di kehidupan pribadinya. Baru-baru ini, Hunnam mengungkapkan bahwa dedikasinya untuk menghidupkan karakter “The Butcher of Plainfield” tersebut sempat memicu ketegangan kecil serta protes dari sang istri, Morgana McNelis.
Metode Akting yang Terbawa ke Rumah

Dalam berbagai sesi wawancara promosi, aktor yang sebelumnya populer lewat serial Sons of Anarchy ini mengakui bahwa ia menggunakan pendekatan method acting yang cukup intens untuk memerankan Ed Gein. Salah satu aspek yang paling ia tekuni adalah karakteristik suara dan aksen khas wilayah Wisconsin tahun 1950-an. Namun, komitmen ini ternyata tidak berhenti saat kamera mati. Hunnam kerap kali tetap mempertahankan suara dan nada bicara Ed Gein saat berada di rumah, sebuah kebiasaan yang pada akhirnya membuat Morgana McNelis merasa tidak nyaman.
Morgana, yang telah mendampingi Hunnam selama bertahun-tahun, dikabarkan merasa “ngeri” dan terganggu karena harus mendengar suara dari salah satu pembunuh paling menyeramkan dalam sejarah Amerika Serikat keluar dari mulut suaminya saat mereka sedang makan malam atau bersantai. Baginya, mendengar suara Gein yang memiliki nada bicara unik dan cenderung meresahkan itu merusak suasana rumah dan membuatnya sulit untuk membedakan antara sang suami dengan karakter gelap yang sedang ia mainkan.
Tantangan Memerankan Tokoh Kriminal Nyata
Serial Monster musim ketiga ini memang menjadi beban berat sekaligus tantangan besar bagi Hunnam. Mengikuti jejak kesuksesan Evan Peters yang memerankan Jeffrey Dahmer dan Nicholas Alexander Chavez serta Cooper Koch sebagai Menendez Bersaudara, Hunnam merasa perlu memberikan performa yang autentik. Ed Gein sendiri adalah sosok nyata yang menginspirasi banyak karakter horor legendaris seperti Norman Bates dalam Psycho dan Leatherface dalam Texas Chainsaw Massacre. Karakteristik suaranya yang lembut namun ganjil menjadi elemen kunci yang ingin dikuasai Hunnam secara sempurna.
Protes dari sang istri dipandang Hunnam sebagai bagian dari pengorbanan profesionalnya. Meskipun ia menyadari bahwa kebiasaan tersebut cukup mengganggu kehidupan rumah tangga, ia merasa bahwa menjaga konsistensi suara sangat penting agar performanya tidak luntur saat kembali ke lokasi syuting. Baginya, transisi dari kepribadian aslinya ke seorang sosiopat seperti Gein memerlukan fokus yang tidak boleh terputus, meski hal itu berarti ia harus sedikit “mengasingkan” diri dari kenyataan sehari-hari bersama orang terdekatnya.

Antusiasme Penggemar dan Standar Baru Ryan Murphy
Kabar mengenai dedikasi ekstrem Hunnam ini justru semakin memicu antusiasme para penggemar genre true crime. Banyak pihak memprediksi bahwa performa Hunnam akan menjadi salah satu yang terbaik dalam kariernya, mengingat rekam jejak Ryan Murphy dalam mengarahkan aktor-aktornya meraih penghargaan lewat peran-peran gelap. Fenomena aktor yang “terperangkap” dalam karakter suara setelah syuting bukan hal baru—seperti yang dialami Austin Butler saat memerankan Elvis Presley—namun untuk peran seorang pembunuh berantai, dampaknya tentu terasa jauh lebih mencekam bagi lingkungan sekitar.
Hingga saat ini, serial Monster musim terbaru tersebut tetap menjadi salah satu tayangan yang paling dinantikan di Netflix. Para penonton kini tidak hanya penasaran dengan visualisasi kisahnya, tetapi juga ingin membuktikan sendiri seberapa menyeramkan suara yang sampai membuat istri Charlie Hunnam mengajukan protes keras di rumah mereka sendiri.







