Education
Tetap Aman, Ini Tips Konsumsi Daging Kurban Bagi Penderita Kolesterol dan Hipertensi

Semarang (usmnews) – Konsumsi Daging Kurban menjadi tradisi kuliner yang paling dinanti oleh umat Islam saat momen Hari Raya Idul Adha tiba. Namun, sebagian masyarakat tidak dapat leluasa menikmati olahan hidangan ini karena faktor riwayat kesehatan tertentu.
Para penderita penyakit hipertensi, kolesterol tinggi, hingga asam urat biasanya harus ekstra waspada saat momen lebaran kurban. Meski demikian, mereka sebenarnya tetap bisa mengonsumsi daging dengan aman melalui penerapan trik dan pola makan yang tepat.
Pakar Gizi Kesehatan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dian Caturini S, M.Sc., Ph.D, membagikan panduan sehat mengenai aturan Konsumsi Daging Kurban.

Aturan Konsumsi Daging Kurban untuk Penderita Komorbid
Menurut penjelasan Dian, para penderita penyakit penyerta atau komorbid wajib memperhatikan beberapa poin penting berikut ini saat menyantap daging:
- Kontrol Porsi Saji: Batasi frekuensi makan daging maksimal 2 hingga 4 kali saja dalam kurun waktu satu minggu.
- Takar Berat Daging: Jumlah takaran daging yang aman dalam sekali makan adalah berkisar antara 50 sampai 100 gram.
- Hindari Lemak Tambahan: Kurangi atau hindari proses pengolahan daging yang menggunakan campuran santan kental yang tinggi lemak.
- Terapkan Menu Seimbang: Padukan hidangan daging merah bersama sayuran segar serta sumber makanan tinggi serat seperti nasi merah.
- Batasi Jeroan: Singkirkan bagian daging yang memiliki lapisan lemak tebal serta hindari konsumsi organ dalam atau jeroan.

Teknik Memasak Sehat Tanpa Merusak Kualitas Daging
Selain menjaga pola makan, metode atau teknik dalam mengolah daging kurban juga memegang peranan yang sangat krusial. Dian menyarankan beberapa metode memasak yang ramah bagi tubuh:
- Perebusan: Merebus daging merupakan opsi paling aman untuk mereduksi kadar lemak jenuh.
- Pemanggangan Modern: Memasak daging menggunakan fasilitas oven atau perangkat air fryer.
- Wajan Anti-Lengket: Mematangkan daging dengan teknik pan fry tanpa menggunakan minyak goreng tambahan.
- Pengukusan: Metode mengukus jauh lebih baik dan sehat daripada menggoreng daging dalam genangan minyak banyak (deep fry).
- Batasi Gosong: Jika ingin mengolah daging menjadi sate, hindari proses pembakaran hingga daging menghitam atau gosong berlebihan.
Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah memaksimalkan penggunaan rempah-rempah alami seperti kunyit, jahe, lada, kayu manis, dan ketumbar. Pemanfaatan herba seperti seledri dan daun mint juga efektif menambah cita rasa masakan sekaligus memangkas penggunaan garam dapur.







