Nasional
Sopir Angkot Demo Balai Kota: Protes Tumpang Tindih Trayek M44 dan JakLingko

Semarang (usmnews) — Puluhan pengemudi angkutan kota jurusan Tebet–Kuningan menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta. Momen ketegangan saat Sopir Angkot Demo Balai Kota tersebut langsung menyita perhatian publik serta Dinas Perhubungan. Para pengemudi memprotes pengerahan armada mikrotrans JakLingko yang beroperasi pada rute lintasan sama. Penumpukan armada pada satu koridor menyebabkan pendapatan harian sopir angkot reguler menurun drastis.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481168/original/098534300_1769079822-1001186775.jpg)
Tuntutan Pengemudi Saat Sopir Angkot Demo Balai Kota
Perwakilan Paguyuban Angkot M44 membeberkan rincian dampak finansial akibat tumpang tindih operasional armada tersebut. Berdasarkan rincian keluhan pengemudi, kehadiran armada integrasi memotong potensi jumlah penumpang harian secara signifikan. Pengemudi mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melibatkan koperasi lokal dalam program integrasi.Penataan kembali rute angkutan umum otomatis mencegah gesekan antarpengemudi di jalan raya ibu kota.

Komitmen Pemprov DKI Jakarta Mematahui Penataan Integrasi Transportasi
Dinas Perhubungan DKI Jakarta menegaskan komitmen penuh untuk mengevaluasi peta lintasan trayek angkutan reguler. Melalui siaran pers resmi pemerintah daerah, masyarakat dapat mempelajari rencana mediasi bersama para pemilik angkot. Pihak otoritas menjamin proses rekayasa rute dan kuota armada akan memperhatikan kesejahteraan pengemudi lokal.
Pemerintah mengimbau para pengemudi angkot untuk tetap menjaga ketertiban lalu lintas selama menyampaikan aspirasi. Pihak PT Transportasi Jakarta juga berkomitmen memperluas akses kuota peremajaan armada bagi operator eksis. Langkah penataan rute ini murni bertujuan menciptakan transportasi publik yang efisien, terintegrasi, dan adil. Akibatnya, fokus perhatian para pengemudi kini tertuju pada hasil forum dialog bersama dinas.
Rincian Fakta Aksi Unjuk Rasa:
- Koridor Terdampak: Pengemudi angkot M44 rute Tebet–Kuningan menuntut kejelasan penataan lintasan armada JakLingko (JAK-48A).
- Dampak Operasional: Penumpukan rute menyebabkan penurunan jumlah penumpang serta pendapatan harian sopir angkot tradisional.
- Langkah Mediasi Dinas: Dinas Perhubungan mengundang perwakilan perhimpunan sopir guna membahas opsi rerouting dan skema integrasi.







