Connect with us

Lifestyle

Rahasia Porsi Makan Monster ala Erling Haaland

Published

on

Semarang (usmnews) – Striker asal Norwegia, Erling Haaland, terkenal karena memiliki postur tubuh yang sangat kekar. Pemain sepak bola ini mempunyai tinggi badan 195 cm dan berat mencapai 94 kg. Tubuh raksasa tersebut membuat publik sering menjuluki Haaland sebagai seorang ‘viking’. Selain latihan fisik yang berat, ia juga menerapkan pola makan ekstrem atlet demi menjaga performanya.

Haaland mengonsumsi makanan hingga mencapai 6.000 kalori setiap hari. Jumlah kalori tersebut hampir tiga kali lipat dari kebutuhan rata-rata manusia biasa. Walaupun atlet profesional membutuhkan energi melimpah, porsi makan Haaland sudah melampaui batas normal manusia. Dokter spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, memberikan tanggapan terkait kebiasaan besar ini. “Ini kalau untuk 6.000 kalori, lumayan banyak ya. Karena sebenarnya kita makan 2.500 sampai 3.000 kalori aja itu banyak banget,” ujar dr Yaze.

Dampak Buruk Pola Makan Ekstrem Atlet pada Tubuh Normal

Masyarakat umum sebaiknya tidak sembarangan meniru pola makan ekstrem atlet seperti Haaland. Sang pemain mengonsumsi bahan makanan yang tidak lazim secara rutin. Menu harian Haaland mencakup jantung sapi, hati sapi, madu mentah, steak, hingga susu mentah. Dokter Yaze mengingatkan bahwa konsumsi jeroan berlebihan bisa memicu lonjakan purin dan kolesterol. Akibatnya, orang biasa akan menghadapi masalah kesehatan yang serius jika tidak berolahraga seaktif Haaland.

Kandungan purin yang tinggi berpotensi merusak fungsi metabolisme tubuh manusia biasa. “Terus untuk hasil lab, bisa jadi mungkin purinnya akan jadi tinggi, kolesterol bisa tinggi. Terus gula darah juga bisa tinggi,” tambah dr Yaze. Jantung dan hati sapi memang mengandung banyak vitamin B, zat besi, serta magnesium. Namun, manfaat nutrisi tersebut hanya berguna secara maksimal jika tubuh membakarnya lewat latihan fisik intensitas tinggi.

Risiko Obesitas Akibat Kalori Berlebih Tanpa Olahraga

Atlet profesional tentu mempunyai porsi latihan yang jauh lebih berat daripada manusia biasa. Aktivitas fisik yang padat membantu Haaland mengontrol kadar gula darah dan kolesterol tubuhnya. Sebaliknya, orang biasa yang minim pergerakan akan langsung menerima dampak buruk dari surplus kalori. Kelebihan energi yang tidak terpakai akan langsung berubah menjadi tumpukan lemak jahat.

Dokter Yaze menegaskan bahwa ketidakseimbangan asupan kalori mempercepat kenaikan berat badan secara drastis. “Dampaknya, yang pasti berat badan naik nih. Kalau misalnya dia enggak ada aktivitas fisik,” kata dr Yaze memperingatkan. Oleh karena itu, meniru diet Haaland tanpa panduan medis hanya akan mengundang penyakit berbahaya. “Pasti dalam waktu yang sangat cepat. Berat badan akan naik, bisa jadi obesitas tiba-tiba nih orangnya,” pungkas dr Yaze.