Entertainment
Nostalgia Manis Prilly Latuconsina: Menelusuri Jejak Masa Kecil di Museum Doraemon Jepang

Semarang (usmnews) – Dikutip Merdeka.com Aktris berbakat Prilly Latuconsina baru-baru ini mencuri perhatian publik melalui unggahan momen liburannya di luar negeri. Kali ini, destinasi yang dipilihnya bukan sekadar tempat wisata biasa, melainkan sebuah perjalanan emosional menuju kenangan masa kecil. Prilly diketahui mengunjungi Museum Fujiko F. Fujio yang terletak di Kota Kawasaki, Prefektur Kanagawa, Jepang. Museum ini merupakan tempat yang didedikasikan khusus untuk mengenang karya-karya luar biasa dari sang maestro manga, Hiroshi Fujimoto, atau yang lebih dikenal dengan nama pena Fujiko F. Fujio, pencipta karakter ikonik Doraemon.
Bagi Prilly, kunjungan ini merupakan perwujudan dari impian yang sudah lama ia pendam. Sebagaimana anak-anak yang tumbuh di era 90-an dan 2000-an, Doraemon memiliki tempat spesial di hatinya. Ia mengenang bagaimana dirinya dulu sangat setia menantikan kehadiran robot kucing dari masa depan tersebut setiap Minggu pagi di depan layar televisi. Kegemaran Prilly terhadap Doraemon ternyata tidak hanya sebatas menonton animenya saja, namun ia juga merupakan seorang kolektor berbagai pernak-pernik mulai dari buku komik, boneka, hingga berbagai merchandise khas lainnya sejak ia masih duduk di bangku sekolah.

Selama berada di dalam museum, bintang film “Danur” ini tampak sangat antusias mengeksplorasi setiap sudut ruangan. Museum Fujiko F. Fujio sendiri menawarkan pengalaman yang sangat mendalam bagi para pengunjungnya. Prilly mendapatkan kesempatan langka untuk melihat lembaran-lembaran komik asli hasil guratan tangan sang kreator serta mempelajari sejarah panjang di balik terciptanya karakter Doraemon. Tidak hanya itu, ia juga sangat menikmati berbagai replika ikonik yang ada di sana, seperti area lapangan dengan tiga pipa besar yang sering menjadi tempat bermain Nobita dan kawan-kawan, hingga replika “Pintu Kemana Saja” yang sangat legendaris.
Momen liburan ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran rekan sesama artis, Omara Esteghlal, yang memberikan kejutan sehingga suasana nostalgia tersebut menjadi lebih berkesan. Prilly mengungkapkan rasa syukurnya dapat mempelajari proses kreatif pembuatan manga secara langsung dari sumbernya. Melalui perjalanan ini, Prilly seolah diajak kembali ke masa lalu, merasakan kebahagiaan sederhana yang pernah ia miliki sebagai seorang penggemar berat Doraemon. Fasilitas museum yang lengkap, mulai dari bioskop mini, ruang baca manga, hingga kafetaria bertema khusus, benar-benar memanjakan Prilly dalam merayakan kecintaannya pada dunia imajinasi yang telah menemaninya tumbuh dewasa.






