Nasional
KMP Mutiara Sentosa II Evakuasi 234 Penumpang di Surabaya

Semarang (usmnews) – KMP Mutiara Sentosa II membawa 24 korban luka yang langsung mendapatkan perawatan medis intensif usai tim penyelamat mengevakuasi mereka dari kapal. Petugas medis merujuk 20 korban ke Rumah Sakit PHC Surabaya serta empat korban lainnya ke fasilitas kesehatan di Sumenep. Oleh karena itu, penanganan medis cepat ini menjadi prioritas utama guna memulihkan kondisi fisik para penyintas. Kepala Kantor Basarnas A Surabaya, Nanang Sigit, menegaskan bahwa cedera benturan mendominasi luka para korban.
Kepanikan saat menyelamatkan diri memicu benturan fisik antarpenumpang ketika insiden kapal berlangsung di tengah laut. Selanjutnya, petugas SAR menampung para penumpang selamat tanpa luka di salah satu hotel dekat Pelabuhan Tanjung Perak. Penanganan awal berpusat di Gapura Surya Nusantara untuk mempermudah proses verifikasi data serta pemeriksaan medis awal. Langkah sigap petugas berhasil menyelamatkan 234 penumpang dari total 236 orang di atas kapal.

Pencarian Korban Hilang dan Verifikasi Manifest Kapal
Namun, operasi penyelamatan belum sepenuhnya berakhir karena tim SAR masih memburu keberadaan dua orang penumpang yang hilang. Petugas gabungan menyisir area perairan sekitar lokasi kejadian sambil mencocokkan kembali daftar manifest penumpang dengan pihak operator. Kemudian, proses verifikasi terus berjalan guna memastikan keakuratan data jumlah korban secara riil di lapangan. Sinergi antarlembaga menjamin pembaruan informasi insiden berjalan transparan kepada publik.

Penanganan Pasca-Evakuasi Penumpang KMP Mutiara Sentosa II
Tim kesehatan berfokus penuh untuk mempercepat pemulihan fisik 24 korban yang menjalani rawat inap. Musibah KMP Mutiara Sentosa II ini menggerakkan seluruh potensi SAR untuk menuntaskan misi pencarian dua korban tersisa. Oleh karena itu, posko koordinasi terus menyiagakan personel serta armada laut demi mengoptimalkan penyisiran di lokasi kejadian. Pemerintah memastikan seluruh kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi secara layak selama masa pemulihan.







