Connect with us

USM News

Buka Pembinaan Ormas, Wali Kota Semarang Dorong Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Published

on

Semarang (usmnews) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan (ormas) memiliki peran strategis sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Pemkot Semarang terus memperkuat peran ormas agar tidak hanya bergerak di bidang sosial dan budaya, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan semangat kebangsaan, toleransi, serta kerja sama dalam kehidupan warga Kota Semarang. Pembinaan secara berkelanjutan menjadi agenda prioritas Kesbangpol Kota Semarang demi memperkuat kapasitas, kolaborasi dan Kinerja Organisasi Kemasyarakatan ormas.

Sementara itu, jalannya kegiatan Kick Off Kinerja Organisasi Kemasyarakatan Tahun 2026 yang berlangsung di Ex Gajahmada Plaza menjadi penanda awal dari pemetaan kinerja ormas. Pemkot Semarang berharap pembinaan ini melahirkan ormas yang semakin berdampak bagi pembangunan kota. Selain itu, keharmonisan Kota Semarang terbangun melalui kolaborasi pemerintah, tokoh masyarakat, dan ormas yang aktif menjaga kerukunan. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat kini bergerak bersama dalam mendorong partisipasi warga.

Peluncuran Indeks Kinerja Organisasi Kemasyarakatan untuk Memetakan Kinerja Ormas di Semarang

Sebagai bagian dari penguatan tersebut, Pemkot Semarang memperkenalkan Indeks Kinerja Organisasi Kemasyarakatan (IKOM) sebagai instrumen evaluasi. Instrumen ini berfungsi untuk mengukur, memetakan, dan meningkatkan kinerja ormas secara objektif serta berkelanjutan di Kota Semarang. Hasil pemetaan ini menjadi dasar pembinaan sehingga gerakan ormas semakin terarah dan memberikan manfaat nyata. Kehadiran inovasi ini terbukti memperjelas arah pembinaan dalam mengoptimalkan Kinerja Organisasi Kemasyarakatan di tingkat daerah.

“Organisasi masyarakat adalah ruang tumbuh mengenai kepedulian, gotong-royong, partisipasi warga. Sekaligus jembatan yang menghubungkan antara aspirasi masyarakat dengan arah pembangunan kota,” ujar Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Pemkot Semarang juga merancang program Waras Ekonomi untuk mendorong ormas berkontribusi dalam sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan pembinaan ini melibatkan ormas yang terdaftar di Pemkot Semarang melalui pameran 25 stan, pentas budaya, presentasi program, dan talkshow praktik baik. Oleh karena itu, pengurus ormas memiliki ruang untuk berbagi inovasi serta memperkuat jejaring kolaborasi antarlembaga. Pendekatan ini sangat efektif dalam membawa Kota Semarang maju pesat secara berkelanjutan.

Kinerja Organisasi Kemasyarakatan

Antusiasme Peserta Pameran Inovasi dan Harapan Hasil Pembinaan Ormas Kota Semarang

Rangkaian acara yang diinisiasi oleh Badan Kesbangpol Kota Semarang ini menghadirkan ruang kolaborasi bagi seluruh ormas peserta. Forum presentasi program dan talkshow menjadi sarana berbagi praktik baik untuk melahirkan inovasi gerakan yang bermanfaat bagi warga. Sementara itu, Agustina Wilujeng Pramestuti berharap pembinaan ini mampu menyatukan gerak ormas agar semakin terarah dan berorientasi pada dampak nyata. Dengan demikian, kerja sama antara Pemkot Semarang, tokoh masyarakat, dan ormas akan terus terjaga demi kemajuan daerah.

Evaluasi berbasis IKOM akan menjadi dasar Kesbangpol Kota Semarang dalam melanjutkan program pembinaan di masa mendatang. Seluruh perwakilan ormas memanfaatkan momentum pameran stan ini untuk menampilkan program kerja unggulan mereka secara transparan. Pada akhirnya, semangat gotong-royong warga Kota Semarang menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan kota yang inklusif. Rangkaian kegiatan Kick Off ini resmi berakhir dengan komitmen bersama untuk menjaga kerukunan dan mempercepat kemajuan Kota Semarang.