Crime
Geger! Massa Siswa SMAN di Subang Demo Usai Wakasek Diduga Lecehkan Belasan Siswi

Semarang (usmnews) – Dunia pendidikan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, kembali tercoreng oleh insiden yang sangat memalukan sekaligus memprihatinkan. Ribuan siswa dari SMAN 1 Pamanukan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di lingkungan sekolah mereka. Aksi demonstrasi yang melibatkan ribuan pelajar ini memuncak usai seorang oknum Wakasek Diduga Lecehkan Belasan Siswi yang berada di bawah pengawasannya. Tindakan amoral ini sontak memicu kemarahan kolektif, mengingat sekolah seharusnya menjadi tempat yang sangat aman bagi para siswa untuk menimba ilmu dan mengembangkan diri.
Kemarahan para siswa ini tidak terbendung lagi ketika mengetahui fakta bahwa oknum Wakasek Diduga Lecehkan Belasan Siswi tersebut ternyata disinyalir sudah melancarkan aksi tidak pantasnya sejak lama. Dalam aksi unjuk rasa yang digelar pada hari Senin (7/9/2026) tersebut, suasana bahkan sempat memanas. Massa siswa yang tersulut emosi terlihat berkerumun dan mengejar oknum guru bidang kesiswaan berinisial AT itu saat ia diduga hendak melarikan diri keluar dari gerbang sekolah. Beruntung, pihak kepolisian yang menerima laporan segera tiba di lokasi kejadian untuk mengamankan pelaku dari amukan massa pelajar yang marah.
Kronologi Terungkapnya Kasus Wakasek Diduga Lecehkan Belasan Siswi

Aksi pelecehan seksual di lingkungan sekolah ini mulai terungkap ke permukaan setelah salah satu korban memberanikan diri untuk bersuara. Salah seorang siswi yang menjadi korban, sebut saja berinisial DS, mengungkapkan rentetan pengalaman traumatisnya. Ia menceritakan bahwa aksi tidak pantas yang dilakukan oleh oknum pendidik tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, namun rasa takut dan tekanan psikologis membuat para korban memilih untuk bungkam selama ini.
DS menjelaskan secara rinci pengalaman buruknya yang terjadi saat ia menjadi panitia acara perpisahan sekolah pada 7 Mei lalu. Ketika dirinya sedang fokus membersihkan area gedung olahraga (GOR) setelah acara selesai, pelaku tiba-tiba datang dan memeluknya dari belakang saat ia tengah berfoto. “Saat itu saya merasa sangat tidak nyaman dan langsung menegurnya. Namun, dia malah berdalih bahwa hubungan antara guru dan siswa itu sudah seperti ayah dan anak,” ujar DS kepada awak media saat ditemui di sekolah setelah aksi demonstrasi mereda.
Keberanian DS dan dukungan dari salah satu pengurus OSIS untuk mengungkap kasus Wakasek Diduga Lecehkan Belasan Siswi ini rupanya menjadi pemicu keberanian bagi korban-korban lainnya. Mereka yang selama ini memendam trauma akhirnya ikut melaporkan kejadian serupa kepada guru Bimbingan Konseling (BK). Berdasarkan laporan dari para siswi tersebut, terungkap bahwa ada sekitar 15 hingga 20 orang pelajar perempuan yang diduga kuat telah menjadi sasaran pelecehan dari pelaku yang sama.
Tanggapan Pihak Sekolah Mengenai Insiden Wakasek Diduga Lecehkan Belasan Siswi
Menyikapi kericuhan dan mogok belajar yang terjadi, Kepala SMAN 1 Pamanukan, Edi Kanedi, akhirnya angkat bicara dan membenarkan adanya aksi unjuk rasa dari ribuan muridnya tersebut. Menurut Edi, total siswa di sekolah tersebut mencapai 1.445 orang, dan sebagian besar dari mereka ikut serta dalam aksi solidaritas menuntut keadilan serta sanksi tegas bagi rekan-rekannya yang menjadi korban.
Edi Kanedi menjelaskan bahwa pihak sekolah awalnya sama sekali tidak menyadari betapa besarnya skala kasus ini. “Awalnya hanya ada satu murid yang melaporkan tindakan pelecehan tersebut. Namun, setelah kami telusuri lebih dalam bersama tim guru BK, ternyata jumlah korbannya cukup banyak. Data sementara yang tercatat di ruang BK menunjukkan ada sekitar 11 hingga 15 orang siswi yang melapor,” terang Edi. Fakta mengenai jumlah korban dalam rentetan kasus Wakasek Diduga Lecehkan Belasan Siswi ini tentu menjadi pukulan telak bagi institusi pendidikan tersebut.
Reaksi Keras Orang Tua Usai Tahu Wakasek Diduga Lecehkan Belasan Siswi

Kabar mengenai aksi demonstrasi dan kasus pelecehan seksual ini dengan cepat menyebar luas hingga ke telinga para orang tua murid. Banyak dari mereka yang merasa sangat terkejut, marah, dan tidak menyangka bahwa insiden seburuk ini bisa terjadi di dalam lingkungan sekolah yang dipercaya memiliki disiplin ketat.
Mariam, salah satu orang tua siswi, langsung mendatangi sekolah dengan perasaan cemas setelah mendapatkan telepon dari putrinya. “Anak saya tiba-tiba menelepon dan meminta saya untuk segera datang ke sekolah bertemu dengan guru BK. Dia akhirnya mengaku telah dilecehkan. Saya sangat kaget dan tidak menyangka sama sekali, karena selama ini sekolah ini reputasinya sangat bagus,” tutur Mariam dengan nada kecewa.
Peristiwa Wakasek Diduga Lecehkan Belasan Siswi ini menjadi alarm sangat keras bagi sistem pengawasan di seluruh institusi pendidikan. Pemerintah daerah, dinas pendidikan terkait, dan aparat kepolisian kini dituntut untuk dapat mengusut tuntas kasus ini sesuai koridor hukum, serta segera memberikan pendampingan trauma healing kepada para korban agar mereka dapat kembali bersekolah dengan tenang.







