Education
Fakta atau Mitos, Minum Susu Bikin Gemuk? Ungkap Katanya Menurut Dokter Gizi!

Semarang (usmnews) – Fakta atau Mitos, Minum Susu Bikin Gemuk? Pertanyaan ini sangat sering menjadi bahan perdebatan hangat bagi banyak orang yang sedang berusaha menjaga atau menurunkan berat badan. Tidak sedikit orang yang langsung mencoret produk olahan susu dari menu diet harian karena khawatir kandungan lemak serta kalorinya akan membuat tubuh melebar.
Namun, mengaitkan secara langsung kebiasaan minum susu sebagai penyebab utama kenaikan berat badan adalah anggapan yang keliru. Mengenai Fakta atau Mitos, Minum Susu Bikin Gemuk?, pakar kesehatan gizi menegaskan bahwa kenaikan berat badan murni dipengaruhi oleh total asupan energi harian yang masuk ke dalam tubuh, bukan semata-mata karena satu jenis minuman saja.
Memahami Kebutuhan Kalori: Fakta atau Mitos, Minum Susu Bikin Gemuk?
Spesialis Gizi Klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, memaparkan bahwa anggapan tersebut merupakan sebuah mitos belakangan. Kenaikan massa tubuh terjadi saat seseorang berada dalam kondisi surplus kalori, yaitu ketika jumlah kalori dari seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi melebihi energi yang dibakar oleh tubuh untuk aktivitas harian.Susu sebenarnya merupakan bahan pangan padat gizi yang sangat aman dan menyehatkan jika dikonsumsi sesuai porsi harian. Bagi kelompok usia dewasa, konsumsi susu sekitar 1 hingga 2 gelas sehari (sekitar 250 hingga 500 ml) sangat disarankan untuk membantu memenuhi kebutuhan protein serta kalsium harian tubuh.
Peran Nutrisi dan Lemak Baik dalam Susu
Kandungan lemak dalam susu sering kali mendapat stigma negatif tanpa alasan yang kuat. Padahal, lemak yang terdapat pada susu memiliki peran vital bagi fungsi biologis tubuh, di antaranya:Sumber Energi Cadangan: Membantu menunjang daya tahan tubuh dan stamina saat beraktivitas.Pembentukan Sel dan Hormon: Mendukung struktur membran sel serta produksi hormon tubuh.Penyerapan Vitamin: Membantu proses penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K.
Ketika total asupan kalori harian tetap terjaga dan tidak berlebihan, kandungan lemak dalam susu tidak akan memicu kenaikan berat badan yang tidak diinginkan
Perbedaan Susu Cair dan Susu Kental Manis (SKM)
Hal lain yang perlu diluruskan dalam diskusi ini adalah jenis susu yang dikonsumsi masyarakat. Terdapat perbedaan mendasar antara susu cair murni dengan produk Susu Kental Manis (SKM). Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengimbau bahwa SKM bukanlah produk yang dirancang untuk diminum sebagai sajian tunggal pengganti susu.SKM memiliki kandungan gula yang tinggi dan lebih tepat difungsikan sebagai bahan pelengkap, topping, atau campuran pada makanan penutup (dessert) dan sajian minuman lainnya. Meminum SKM secara berlebihan tentu akan menyumbang kadar gula dan kalori yang tinggi, yang pada akhirnya memicu kenaikan berat badan jika tidak diimbangi dengan olahraga.







