Connect with us

Nasional

Komitmen Transformasi Hijau Pemprov Jateng Tanpa Bebani Anggaran Daerah

Published

on

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempertegas komitmen percepatan transformasi industri ramah lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah memberikan penghargaan kepada berbagai pemangku kepentingan. Selanjutnya, ajang Jateng Green Industrial Summit 2026 ini berlangsung sangat meriah. Tepatnya, kegiatan bergengsi ini bertempat di Grand Candi Hotel Semarang pada Kamis (23/7/2026). Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir langsung membuka acara. Selain itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno turut mendampingi pimpinan daerah. Bahkan, CEO Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa juga hadir. Dengan demikian, kolaborasi lintas sektor ini menjadi sinyal positif pembangunan daerah.

Prioritas Ekonomi Ramah Lingkungan pada Jateng Green Industrial Summit 2026

Menurut Ahmad Luthfi, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi biasa. Sebaliknya, langkah ini mendorong pemangku kepentingan menjadikan industri hijau sebagai kebutuhan pokok. Oleh sebab itu, penerapan industri hijau akan meningkatkan daya saing daerah. Khususnya, mendongkrak daya saing Jawa Tengah di tingkat pasar internasional secara nyata. Kemudian, dunia internasional akan melihat komitmen serius penguatan ekonomi hijau ini. Pada akhirnya, pemerintah terus menjadikan ekonomi hijau sebagai prioritas utama pembangunan. “Orientasi kegiatan kita memberikan awards kepada pemerintah kabupaten/ kota, SMA, kawasan industri, industri besar maupun industri kecil. Tujuannya bukan hanya sekadar mendapatkan awards, tetapi menjadi pilihan sekaligus kebutuhan, bahwa ke depan Jawa Tengah harus mengedepankan industri hijau, sustainable, dan energi terbarukan,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Selanjutnya, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan berbagai insentif khusus bagi pengusaha. Khususnya, insentif bagi pelaku usaha yang menerapkan prinsip industri hijau. Sebagai contoh, kawasan industri akan mendapatkan keringanan atau insentif pajak. Tepatnya, apabila mereka sukses menerapkan sistem industri hijau dan energi terbarukan. Oleh karena itu, Gubernur sudah memerintahkan dinas terkait untuk menyiapkan regulasinya. Tentu saja, kebijakan taktis ini akan menjadi daya tarik kuat bagi investor.

Kemitraan Strategis dan Transformasi IKM Menuju Industri Hijau

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah memberikan laporan resmi. Menurut July Emmylia, ajang ini mengapresiasi lima kategori pelaku industri. Di antaranya, pemerintah daerah, kawasan industri, dan pelaku industri berbagai skala. Bahkan, sekolah tingkat SMA dan SMK juga mendapat apresiasi serupa. Selanjutnya, acara ini juga menjadi saksi penandatanganan kerja sama penting. Tepatnya, kemitraan antara Disperindag Jawa Tengah dan Amdatara secara resmi terjalin. “Penghargaan ini juga menjadi instrumen untuk mendorong percepatan transformasi industri menuju industri yang lebih efisien, berdaya saing, rendah emisi, dan berkelanjutan,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah July Emmylia.

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah menargetkan pendampingan 1.000 industri kecil. Khususnya, kelompok Industri Kecil dan Menengah yang akan bertransformasi hingga tahun 2027. Menariknya, penyelenggaraan acara megah ini sama sekali tidak menggunakan dana APBD. Sebaliknya, kegiatan ini murni mendapat dukungan penuh melalui skema kemitraan CSR. Sebagai mitra strategis, PT Sucofindo dan Amdatara mendukung penuh seluruh pembiayaan acara. Kesimpulannya, sinergi ini membuktikan bahwa program pemerintah dapat berjalan maksimal tanpa membebani APBD.