Lifestyle
Verona Pictures Gandeng Rudi Soedjarwo Garap Adaptasi Dan Bandung Karya Pidi Baiq

Semarang (usmnews) – Rumah produksi Verona Films menggarap adaptasi Dan Bandung karya Pidi Baiq menuju layar lebar. Film romansa ini mengisahkan dinamika kehidupan mahasiswa yang sangat emosional dan penuh warna. Kemudian, Titin Suryani bersama Bedy Kunady memproduseri karya sinema tersebut sebagai produser eksekutif. Selanjutnya, sutradara kawakan Rudi Soedjarwo mengarahkan proyek film romantis ini secara langsung.
Bedy Kunady menyatakan ketertarikannya setelah ia berdiskusi langsung dengan penulis Pidi Baiq. Menurutnya, novel tersebut menceritakan kisah persahabatan, kerinduan, serta cinta yang sangat sentimental. Sementara itu, Titin Suryani menegaskan bahwa judul cerita tidak sekadar merujuk nama kota. Ia menyebut Bandung melambangkan tempat yang menyimpan kenangan, cinta, dan memori persahabatan.
“Cerita ini bukan hanya membahas letak geografis, tetapi juga meninggalkan perasaan mendalam. Jadi ketika suasana sunyi, tokoh utama langsung mengingat kisah masa lalunya secara otomatis. Kisah cinta dan persahabatannya bersemi begitu indah, nah tentu kami mengemasnya secara berbeda,” ujar Titin saat konferensi pers.

Nuansa Baru dalam Proyek Adaptasi Dan Bandung
Titin menilai jalan cerita film ini sangat berbeda dari novel Dilan sebelumnya. Novel Dilan mengambil latar masa sekolah menengah atas dengan nuansa khas para remaja. Sebaliknya, karya layar lebar terbaru ini menyoroti kehidupan masa kuliah yang lebih kompleks.
“Masa kuliah ini saya rasa memang menawarkan dinamika cerita yang cukup menarik. Karena Dilan itu menceritakan anak-anak, sedangkan karakter karya ini tampil jauh lebih matang,” katanya menambahkan penjelasan rinci.

Sineas Rudi Soedjarwo Bawa Penyegaran Sinema Romantis Pidi Baiq
Setelah Verona Pictures mengantongi hak cipta, mereka langsung memilih sineas berbakat Rudi Soedjarwo. Sutradara ini bertugas menafsirkan naskah novel tebal tersebut menjadi sebuah mahakarya visual. Pengalaman Rudi saat menggarap sinema asmara sebelumnya memegang peran penting bagi keberhasilan narasi. Oleh karena itu, ia mampu menciptakan kedalaman emosi yang mengikat hati para penonton.
“Saya menggarap film bertema cinta terakhir kali pada tahun 2022 silam. Oleh karena itu, saya merasa penasaran melihat pandangan saya tentang cinta saat ini. Kedua, saya sudah menjadi orang tua, jadi mungkin banyak sudut pandang baru bermunculan,” kata Rudi.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan berbagai tantangan baru selama proses produksi film berlangsung. Ia harus menyatukan visi bersama seluruh kru yang menangani proyek film besar tersebut. Bahkan, ia menemukan banyak bakat baru yang turut memerankan beberapa karakter sangat penting. Selanjutnya, ia memadukan aktor berpengalaman dengan pendatang baru agar proses regenerasi seniman berjalan lancar.
“Tantangannya, saya harus menerjemahkan karya Pidi Baiq, seorang seniman yang sangat sukses berkarya. Awalnya, saya merasa takut kami berdua akan berdebat sengit saat memimpin di lapangan. Soalnya kami berdua sama-sama memiliki kemauan artistik yang sangat kuat dan sangat idealis,” jelas Rudi.
Namun, mereka berdua akhirnya menemukan titik tengah setelah bertemu dan berdiskusi secara intensif. Keduanya mampu berkolaborasi secara sangat baik dan saling menghargai ego seniman masing-masing pihak. Selanjutnya, aktor Shanna Shannon dan Samo Rafael tampil membintangi karakter utama Elma dan Basil. Akhirnya, pihak Verona Pictures merencanakan jadwal rilis film romantis ini dalam waktu sangat dekat.







