Education
Keren! Riset Dosen FSM UNDIP Tembus Jurnal Internasional Lewat Inovasi Perisai Radiasi

Semarang (USMNEWS) – Dosen Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP), Oki Ade Putra, mengembangkan riset material perisai radiasi gamma sebagai upaya mendukung pemanfaatan teknologi radiasi yang lebih aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Riset ini berfokus pada pengembangan material perisai radiasi bebas timbal yang dapat digunakan untuk mengurangi paparan radiasi gamma. Radiasi gamma banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, seperti kedokteran nuklir, radioterapi, radiologi, industri, sterilisasi, hingga penelitian berbasis teknologi nuklir. Namun, karena memiliki daya tembus yang tinggi, radiasi gamma membutuhkan material pelindung yang efektif agar penggunaannya tetap aman bagi pekerja, pasien, dan lingkungan.
Selama ini, timbal atau Pb banyak digunakan sebagai material pelindung radiasi karena memiliki kemampuan atenuasi yang baik. Akan tetapi, timbal memiliki kelemahan, terutama dari sisi toksisitas dan dampak lingkungan. Oleh karena itu, pengembangan material alternatif bebas timbal menjadi salah satu arah penting dalam riset perisai radiasi modern.
“Radiasi bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi harus dikelola dengan benar. Karena itu, riset perisai radiasi menjadi penting agar teknologi radiasi dapat dimanfaatkan secara aman, baik di rumah sakit, industri, maupun fasilitas penelitian,” jelas Oki.
Dalam beberapa tahun terakhir, Oki mengembangkan berbagai pendekatan material untuk perisai radiasi gamma, mulai dari oksida berbasis spinel, perovskite, hingga komposit polimer dengan pengisi oksida logam. Material-material tersebut dikaji untuk melihat bagaimana komposisi, struktur kristal, densitas, dan kandungan unsur berat dapat memengaruhi kemampuan suatu bahan dalam melemahkan radiasi gamma.
Oki menjelaskan bahwa material perisai radiasi tidak hanya harus mampu menahan radiasi, tetapi juga perlu mempertimbangkan aspek lain, seperti stabilitas material, kemudahan pembuatan, densitas, fleksibilitas, dan potensi aplikasi nyata.
“Material perisai radiasi yang baik bukan hanya yang paling berat atau paling tebal. Kita perlu memahami hubungan antara struktur, komposisi, dan kemampuan atenuasinya. Dari sana, material dapat dirancang lebih rasional sesuai kebutuhan aplikasi,” ujarnya.
Riset tersebut telah menghasilkan sejumlah publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi. Beberapa di antaranya membahas optimasi sifat perisai radiasi gamma pada material spinel berbasis kromium, pengaruh rongga tetrahedral dan oktahedral pada spinel berbasis besi, performa perisai radiasi gamma pada perovskite oksida, serta pengembangan komposit resin poliester tak jenuh bebas timbal untuk perisai radiasi gamma.
Melalui riset ini, FSM UNDIP turut berkontribusi dalam pengembangan material fungsional untuk keselamatan radiasi. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan material perisai radiasi yang lebih aman, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan fasilitas kesehatan, industri, maupun laboratorium penelitian.
Ke depan, riset ini akan diarahkan pada pengembangan material perisai radiasi yang tidak hanya unggul secara komputasi, tetapi juga dapat divalidasi melalui eksperimen. Penguatan kolaborasi dengan lembaga riset, rumah sakit, dan mitra internasional juga menjadi langkah penting agar hasil penelitian dapat semakin dekat dengan aplikasi nyata.
“Harapannya, riset ini tidak berhenti pada publikasi ilmiah saja, tetapi dapat berkembang menjadi teknologi material yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung keselamatan pemanfaatan radiasi di Indonesia,” pungkas Oki.

