Business
Tim Dosen FTIK USM Raih Dana PKM BIMA 2026 untuk Digitalisasi Desa Wisata

Semarang (USMNEWS) – Tim pengusul pengabdian masyarakat dari Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) berhasil meloloskan proposal pendanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA Tahun Pelaksanaan 2026. Mengusung skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat di bidang fokus Sosial Humaniora, program ini siap mengoptimalkan potensi wisata di Desa Wisata Tawangmangu selama satu tahun ke depan.
Proposal yang diajukan mengangkat judul “Pemberdayaan Pokdarwis melalui Pengembangan Media Promosi Berbasis Low-Cost 360° Photography dan Smart Brochure”. Program ini berfokus pada hilirisasi riset teknologi digital untuk mengatasi kesenjangan literasi digital yang dihadapi oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sewu Kembang.
Ketua Tim PKM, Pratama Angga Buana, menjelaskan bahwa aset digital milik mitra sebelumnya berupa prototipe virtual tourism tahun 2023 telah kedaluwarsa. Masalah ini muncul karena keterbatasan kemampuan mitra dalam mengelola platform secara mandiri. Akibatnya, potensi besar seperti Wisata Alam Bumi Perkemahan Pleseran, sektor hortikultura (anggrek dan kaktus), serta wisata budaya Candi Menggung belum terpublikasi secara maksimal.
“Kami hadir membawa solusi konkret melalui penerapan teknologi Virtual Reality (VR) 360° Low-Cost yang memanfaatkan smartphone dan aplikasi 3DVista. Selain itu, kami juga mengembangkan Smart Brochure yang terintegrasi dengan QR Code lewat platform Canva,” ujar Pratama.
Dalam pelaksanaannya, Pratama dibantu oleh dua dosen anggota FTIK USM, yaitu Dinar Anggit Wicaksana dan Ahmad Rifa’i. Program ini juga melibatkan peran aktif mahasiswa dalam rangka mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 3 (mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus) dan IKU 5 (hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat). Dua mahasiswa yang terlibat adalah Nasywa Farahiya Prastiwi dan Jessica Elaine Utomo.
Rangkaian kegiatan pemberdayaan ini direncanakan berjalan efektif selama 8 bulan. Aktivitas utama meliputi pelatihan teknis produksi konten imersif serta pendampingan strategi pemasaran manajerial. Melalui pelatihan ini, Pokdarwis Sewu Kembang diharapkan mampu mengelola domain secara mandiri dan berkelanjutan.
Program ini tidak hanya menjadi jembatan teknologi bagi masyarakat desa, tetapi juga mendukung pencapaian global dan nasional. Kegiatan ini selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8, 9, dan 12, serta mendukung poin Asta Cita terkait percepatan transformasi digital nasional.
Di akhir kesempatan, Tim Pengusul FTIK USM menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas kepercayaan pendanaan yang diberikan melalui program BIMA 2026. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Rektor USM, Dekan FTIK USM, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM atas segala dukungan siber dan administratif, serta Pokdarwis Sewu Kembang yang telah menyambut baik kolaborasi sinergis ini.

