Crime
Warga dan Polisi Gagalkan Aksi Penyerangan Sajam di Prancis

Semarang (usmnews) – Aksi penyerangan menggunakan senjata tajam melukai tiga orang di kawasan Porte de Clichy, Prancis, Senin, 27 Juli 2026. Namun, keberanian warga dan polisi berhasil melumpuhkan pelaku dengan cepat di lokasi kejadian perkara. Pelaku membawa dua pisau dapur berukuran besar saat melancarkan aksi kejahatan di area terbuka. Kejadian mencekam tersebut langsung memicu kepanikan warga sekitar yang sedang beraktivitas di lokasi penyerangan. Meskipun situasi sangat menegangkan, masyarakat tidak takut dan langsung berinisiatif memberikan bantuan darurat. Keberanian bersama tersebut berhasil mencegah timbulnya korban jiwa yang lebih banyak pada sore hari itu.
Saksi mata Mohamed-Ali Bouhadjar menceritakan detik-detik menegangkan saat masyarakat bergegas menghentikan aksi pelaku penyerangan. Kerja sama warga dan polisi menjadi kunci utama dalam memadamkan ancaman bahaya dari pria tersebut. “Ketika melihat pelaku menancapkan pisau ke korban, saya mulai berteriak, ‘Ayo, kita hentikan dia’, beberapa orang ikut membantu,” ujarnya. Selain itu, seorang warga melemparkan koper ke arah tubuh pelaku hingga pisaunya terjatuh. Setelah pisau terlepas dari tangan pelaku, warga langsung menerjang dan menahan tubuhnya di atas tanah.
Selain membantu melumpuhkan pelaku, Mohamed-Ali juga sempat merekam peristiwa mencekam tersebut menggunakan platform Snapchat. Video itu memperlihatkan seorang pria berambut hitam panjang yang mengenakan pakaian olahraga berwarna krem. “Pelaku tampak memegang dua pisau dapur berukuran besar dan berusaha menyerang seorang wanita muda,” ucapnya. Namun, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah wanita dalam rekaman video tersebut mengalami luka. Selanjutnya, warga terus menahan gerak tubuh pelaku hingga bala bantuan dari kepolisian tiba di lokasi.

Keberanian Masyarakat dan Petugas Kepolisian Melumpuhkan Penyerang
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengonfirmasi peristiwa penyerangan terhadap tiga orang wanita. Pelaku melukai para korban yang masing-masing berusia 19, 24, dan 36 tahun tersebut. Akibat serangan senjata tajam ini, dua korban mengalami luka parah dan membutuhkan perawatan medis. Di sisi lain, pelaku terbaring tidak berdaya di atas penyeberangan jalan usai warga menahannya. Oleh karena itu, ketangguhan masyarakat lokal berhasil menghentikan aksi brutal penyerang yang sangat membahayakan keselamatan umum.

Petugas Polisi Bersama Warga Menggagalkan Aksi Serangan Sajam
Lebih lanjut, Menteri Nunez menyampaikan bahwa penangkapan akhir pelaku melibatkan seorang petugas polisi libur tugas. Petugas tersebut bertindak sangat berani tanpa memikirkan risiko keselamatan jiwanya sendiri saat meringkus pelaku. “Saya memberikan penghormatan kepadanya, itu adalah tindakan yang berani,” ujar Menteri Nunez memberikan pujian. Oleh sebab itu, pemerintah setempat memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi sigap tersebut. Sampai saat ini, tim penyidik kepolisian masih mendalami motif utama di balik aksi penyerangan senjata tajam ini. Warga berharap pihak berwenang segera mengungkap alasan di balik peristiwa mengerikan yang mengejutkan publik tersebut.







