Connect with us

USM News

Siap Total! Kesehatan Kafilah MTQ Dijaga 306 Nakes dan 5 Rumah Sakit

Published

on

Kadinkes Zulfachmi 1 1

Semarang (usmnews) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan pelayanan kesehatan kafilah MTQ selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI di Kota Semarang, 11–20 September 2026, siap diberikan secara menyeluruh. Sebanyak 306 tenaga kesehatan disiagakan di 12 venue, didukung tim kesehatan mobile serta lima rumah sakit rujukan yang siap memberikan pelayanan selama 24 jam.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab mengatakan, persiapan dilakukan mulai dari lokasi perlombaan hingga tempat para kafilah menginap. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan peserta tetap terpantau selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Kita sudah siapkan dari hulu ke hilir. Menerjunkan 306 tim kesehatan dibagi 12 venue, ada juga tim kesehatan mobile,” kata Zulfachmi, Kamis (10/9/2026).

Kadinkes Zulfachmi

Kesehatan Kafilah MTQ Dipantau di Venue hingga Penginapan

Zulfachmi menjelaskan, tim kesehatan tidak hanya bertugas merespons peserta yang mengalami gangguan kesehatan ketika berada di venue perlombaan. Pemantauan juga dilakukan di tempat para kafilah menginap.

Langkah tersebut bertujuan untuk mendeteksi lebih awal apabila terdapat peserta yang mengalami keluhan kesehatan selama berada di Semarang. Dengan demikian, penanganan dapat segera diberikan apabila dibutuhkan.

Tim kesehatan mobile juga disiapkan untuk mendukung pelayanan di berbagai lokasi. Tim tersebut dapat melakukan kunjungan ke tempat kafilah apabila terdapat kebutuhan pelayanan kesehatan di luar venue.

Menurut Zulfachmi, pola pelayanan dari lokasi perlombaan hingga penginapan menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan kesehatan secara menyeluruh selama penyelenggaraan MTQ Nasional.

Lima Rumah Sakit Siap Jadi Rujukan

Untuk memperkuat pelayanan, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan lima rumah sakit sebagai fasilitas rujukan. Rumah sakit tersebut yakni RS Nasional Diponegoro, SMC RS Telogorejo, RS KRMT Wongsonegoro, RSUD dr Adyatma, dan RSUP Dr Kariadi sebagai rujukan utama.

Keberadaan rumah sakit rujukan tersebut menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan selama MTQ. Apabila peserta membutuhkan penanganan lebih lanjut, proses rujukan dapat dilakukan melalui fasilitas kesehatan yang telah disiapkan.

Dengan adanya tenaga kesehatan di setiap venue, tim mobile, dan rumah sakit rujukan, pemerintah berupaya memastikan peserta memperoleh akses pelayanan apabila mengalami gangguan kesehatan.

Kesiapan tersebut juga menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor yang dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ XXXI di Kota Semarang.

Makanan Kafilah Turut Diawasi

Selain pelayanan medis, Pemprov Jateng juga memberikan perhatian terhadap makanan yang dikonsumsi para kafilah. Tim kesehatan melakukan pengecekan kualitas makanan yang disiapkan, termasuk melakukan pemantauan ke lokasi katering.

Pengawasan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi keracunan pangan maupun gangguan kesehatan lainnya yang dapat muncul akibat makanan.

“Untuk makanan juga dilakukan pengecekan kualitas, dan menghindari keracunan atau hal yang tidak diinginkan,” terang Zulfachmi.

Pemantauan dilakukan mulai dari venue hingga penginapan kafilah. Dengan pengawasan tersebut, kualitas makanan diharapkan tetap terjaga selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Tim kesehatan mobile juga dapat melakukan kunjungan ke lokasi apabila terdapat kebutuhan atau laporan yang berkaitan dengan kondisi kesehatan peserta.

Kadinkes Zulfachmi3

7.000 Orang Terlibat dalam MTQ XXXI

Kesiapan layanan kesehatan menjadi semakin penting karena MTQ XXXI akan melibatkan sekitar 7.000 orang. Jumlah tersebut mencakup 2.242 peserta yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia beserta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan.

Dengan jumlah peserta dan rombongan yang cukup besar, kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan harus dipersiapkan sejak sebelum acara dimulai.

Zulfachmi mengatakan, tim kesehatan hingga saat ini terus memastikan kesiapan sekaligus berkoordinasi dengan berbagai elemen terkait pelaksanaan MTQ Nasional.

“Hingga saat ini tim terus memastikan kesiapan, dan berkoordinasi dengan elemen-elemen terkait pelaksanaan MTQ Nasional,” katanya.

Koordinasi tersebut dilakukan agar setiap unsur pelayanan dapat bergerak sesuai dengan tugas masing-masing apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan.

Panitia MTQ Diminta Tetap Siaga

Persiapan pelayanan kesehatan tersebut sejalan dengan instruksi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen agar seluruh unsur panitia berada dalam kondisi siaga menjelang pembukaan MTQ XXXI.

Instruksi tersebut disampaikan Taj Yasin saat melakukan final check MTQ XXXI di Grhadika Bhakti Praja, Rabu (9/9/2026).

Menurut Taj Yasin, progres persiapan MTQ telah mencapai lebih dari 90 persen dan memasuki tahap finalisasi. Persiapan tidak hanya mencakup venue perlombaan, tetapi juga akomodasi, transportasi, kesehatan, serta berbagai layanan pendukung bagi para kafilah.

Ia meminta Person in Charge (PIC) dan Liaison Officer (LO) dari masing-masing kafilah untuk selalu siap dihubungi. Hal tersebut diperlukan agar setiap kebutuhan peserta dapat segera mendapatkan respons.

“Saya berharap PIC (Person in Charge) lalu LO (Liaison Officer) benar-benar sudah memfinalisasi pada rapat terakhir kali ini dan harus standby handphone-nya. Kapan pun nanti ada kontak dari 38 provinsi ini bisa langsung mendapatkan jawaban,” tegasnya.

Pelayanan Terpadu untuk Peserta MTQ

Kesiapan kesehatan kafilah MTQ menjadi salah satu bagian dari pelayanan terpadu yang disiapkan Pemprov Jateng. Pemerintah tidak hanya menyiapkan tenaga medis di lokasi perlombaan, tetapi juga memperkuat sistem melalui tim kesehatan mobile, rumah sakit rujukan, serta pengawasan makanan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh peserta selama berada di Jawa Tengah.

Dengan 306 tenaga kesehatan yang tersebar di 12 venue, dukungan lima rumah sakit rujukan, serta pengawasan makanan dan kondisi kafilah di penginapan, pelayanan kesehatan diharapkan mampu berjalan secara cepat dan responsif.

Persiapan yang telah mencapai tahap akhir tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan MTQ XXXI berlangsung lancar. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun terus melakukan koordinasi hingga hari pelaksanaan agar seluruh kebutuhan peserta, termasuk aspek kesehatan, dapat terpenuhi dengan baik.

Secret Link