Connect with us

Nasional

Gubernur Pramono Anung Memastikan Perlindungan untuk Lansia di Jakarta

Published

on

Semarang (usmnews) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan perhatian besar terhadap lonjakan jumlah penduduk senior di wilayah ibu kota. Langkah strategis ini membuktikan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup warga senior. Oleh karena itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa indikator kemajuan kota bertumpu pada perlindungan kelompok rentan.

Pihak kementerian dan pemerintah daerah berkolaborasi aktif untuk menyediakan fasilitas pendukung yang memadai bagi warga. Di samping itu, Pramono Anung mengatakan, “Lansia di Jakarta ini jumlahnya kurang lebih 1,1 juta, atau 10 persen dari jumlah penduduk Jakarta 11 juta. Dengan demikian Jakarta memang memberikan perhatian sungguh-sungguh.”

Pramono Gelar Rapat soal JPO Tendean Pekan Depan, 2 Opsi Ini Bakal Dibahas

Pramono Anung Mengatakan Jakarta Harus Menjadi Kota Ramah Warga Senior

Pemerintah daerah mengintegrasikan berbagai layanan publik guna menyambut usia emas kota metropolitan ini pada tahun depan. Maka dari itu, penyediaan ruang aktivitas publik bagi warga senior menjadi agenda prioritas yang sangat penting.

“Lansia di DKI Jakarta ini memang mendapatkan banyak sekali perhatian dari Pemerintah DKI Jakarta,” tambah Pramono dengan optimis. Selanjutnya, intervensi kebijakan ini bertujuan menciptakan lingkungan sosial yang aman, nyaman, dan inklusif bagi semua generasi. Dengan demikian, warga senior dapat menikmati masa tua mereka secara bahagia di tengah perkembangan kota.

Beliau juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat hidup bagi para penduduk lanjut usia. “Yang paling penting adalah lansia di Jakarta ini merasa ada hope, ada harapan,” cetus Pramono secara terbuka.

KLJ

Manfaat Kartu Lansia Jakarta Mendorong Kesejahteraan Penduduk Lanjut Usia

Pemerintah mewujudkan komitmen nyata perlindungan ini melalui peluncuran program jaminan sosial Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Melalui program andalan tersebut, warga senior berhak mendapatkan akses pangan murah bersubsidi setiap bulan.

Penerima manfaat kartu sakti ini juga menikmati fasilitas naik kendaraan umum massal secara gratis tanpa biaya. Bahkan, mereka dapat mengakses layanan medis secara cuma-cuma pada semua rumah sakit milik pemerintah daerah. Alhasil, skema perlindungan komprehensif ini mampu meringankan beban ekonomi keluarga miskin yang memiliki anggota keluarga lanjut usia.

Pemerintah daerah juga menginisiasi program Sekolah Lansia untuk menjaga produktivitas dan kesehatan mental para warga senior. Kemudian, ruang belajar nonformal ini mengajarkan berbagai keterampilan praktis serta pola hidup sehat bagi para peserta.

Realisasi Anggaran Bantuan Tunai KLJ bagi Ratusan Ribu Penerima

Dinas Sosial DKI Jakarta mencatat realisasi penyaluran bantuan sosial ini telah menjangkau ratusan ribu jiwa. Di samping itu, jumlah penerima manfaat hingga pertengahan tahun ini hampir menyentuh kuota maksimal aturan gubernur.

Pemerintah menyalurkan dana bantuan tunai sebesar Rp 300.000 per bulan kepada setiap warga yang terdaftar. Selanjutnya, bank daerah mengirimkan dana tersebut secara langsung melalui mekanisme transfer rekening non-tunai yang aman. Sistem digitalisasi ini berhasil meminimalkan risiko pungutan liar serta memastikan bantuan sampai ke tangan yang berhak. Akhirnya, ketepatan sasaran program ini menjadi contoh baik bagi pengelolaan jaminan sosial di tingkat nasional.