Nasional
Golkar Sampaikan Permohonan Maaf Atas Kericuhan Anggota Dewan

Semarang (usmnews) – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia akhirnya angkat bicara secara resmi. Beliau menanggapi insiden memalukan baku hantam di DPRD Riau pada hari Kamis lalu. Selanjutnya, Doli sangat menyayangkan sikap emosional dua kader Golkar dalam menyelesaikan persoalan internal tersebut. Bahkan, beliau menegaskan bahwa anggota dewan seharusnya selalu memberikan teladan baik kepada masyarakat. Oleh karena itu, penyelesaian masalah melalui adu fisik sama sekali tidak mencerminkan sikap profesional. Sebagai gantinya, setiap politikus wajib menggunakan akal sehat demi menyelesaikan segala bentuk perselisihan.
Pemicu Utama Insiden baku hantam di DPRD Riau

Sebelumnya, insiden memalukan ini berawal saat para anggota dewan melangsungkan rapat pembahasan anggaran. Kemudian, adu mulut meledak antara Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet di ruangan. Menurut informasi, Indra sengaja memojokkan Parisman sehingga memancing amarah rekan sesama kader tersebut. Akibatnya, perselisihan verbal yang memanas itu dengan cepat berubah menjadi keributan berskala besar. Selain itu, kericuhan ini langsung meluas karena melibatkan kelompok pendukung masing-masing anggota dewan. Pada akhirnya, mereka semua saling serang secara membabi buta di area gedung dewan.
Faktanya, peristiwa baku hantam di DPRD Riau ini turut memakan korban pihak keamanan. Seorang petugas keamanan gedung berinisial A menderita luka robek serius pada bagian kepala. Awalnya, petugas pemberani tersebut berusaha melerai para politikus yang sedang berseteru di lokasi. Namun, niat baik petugas satpam tersebut justru membuatnya terluka dan membutuhkan perawatan rumah sakit. Sementara itu, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian guna melakukan langkah pengamanan ketat. Setelah itu, polisi mengumpulkan bukti penting sambil menunggu laporan resmi dari pihak terkait.
Menanggapi baku hantam di DPRD Riau, pimpinan pusat Partai Golkar mengambil langkah tegas. Pertama, pengurus pusat segera memanggil kedua kader tersebut untuk mencegah penyebaran konflik berkelanjutan. Selain itu, partai selalu berharap setiap anggota fraksi menjaga soliditas dan marwah politik. Oleh sebab itu, mereka dilarang keras saling menjatuhkan di hadapan para anggota dewan lainnya. Lebih lanjut, Doli menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat Provinsi Riau. Tentu saja, warga pasti merasa sangat kecewa ketika melihat perilaku para wakil rakyatnya.

Dengan demikian, teguran keras ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh kader partai beringin. Selanjutnya, partai tidak akan mentolerir aksi anarkis yang merusak citra baik institusi politik. Sementara itu, pimpinan dewan setempat masih belum bersedia memberikan keterangan resmi kepada wartawan. Oleh karena itu, publik terus mendesak turunnya sanksi etik bagi pelaku kekerasan tersebut. Kesimpulannya, tindakan kekerasan dalam gedung perwakilan rakyat harus segera berhenti demi menjaga demokrasi.






