Nasional
Presiden Prabowo Subianto Meresmikan Panen Raya TNI Mendukung Ketahanan Pangan

Semarang (usmnews) – Kepala Negara Republik Indonesia melakukan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan sektor agraris nasional. Hari ini, Presiden Prabowo Subianto meresmikan panen raya korps militer di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.
Melalui agenda besar tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya kolaborasi multisektoral demi menjaga ketersediaan pasokan komoditas pokok. Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto meresmikan panen raya terintegrasi sebagai fondasi utama dalam mewujudkan swasembada masa depan.
Puncak Acara Prabowo Subianto Meresmikan Panen Raya di Lanud Abdulrachman Saleh
Kegiatan simbolis ini berpusat secara langsung di kawasan pangkalan udara militer Lanud Abdulrachman Saleh. Di samping itu, peresmian akbar tersebut terhubung secara digital dengan puluhan titik pertanian lain di seluruh Nusantara.
Presiden mengapresiasi tinggi keterlibatan aktif para prajurit dalam mengelola lahan-lahan tidur menjadi kawasan produktif. “Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya panen raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa. Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa,” tutur Prabowo.
Selanjutnya, sinergi ini membuktikan bahwa penanganan krisis pangan memerlukan keterlibatan aktif dari semua elemen pertahanan. Dengan demikian, target kemandirian sektor pertanian nasional dapat tercapai dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Solidaritas Aparat Negara Menjaga Kedaulatan Agraris Nasional
Kepala Negara turut menyinggung keberhasilan program serupa yang berjalan bersama institusi Korps Bhayangkara sebelumnya. Maka dari itu, integrasi antara instansi keamanan dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan agenda swasembada nasional.
Prajurit kini menanam berbagai jenis komoditas penting, termasuk tanaman tebu, kacang kedelai, hingga padi. “Dua bulan lalu, tepatnya 16 Mei 2026, kita menyaksikan panen raya jagung bersama Polri. Hari ini kita menyaksikan panen raya TNI. Ada tebu, ada kedelai, ada padi. Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia,” tambahnya.
Alhasil, transformasi peran aparat ini memberikan dampak ekonomi yang sangat nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Langkah nyata tersebut sekaligus mempertebal rasa aman warga terkait ketersediaan bahan pangan bermutu setiap hari.
Komitmen Bersama Jajaran Kabinet dalam Peresmian Gerakan Ketahanan Pangan
Prosesi pembukaan agenda pertanian nasional ini ditandai dengan penekanan tombol sirine secara bersama-sama. Kemudian, gema sirine tersebut menandai dimulainya pemotongan hasil bumi secara massal di empat puluh tiga lokasi.
“Bismillahirrahmanirrahim, pada sore hari ini, Jumat, 17 Juli 2026 dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subiato, Presiden Republik Indonesia, menyatakan panen raya serentak bersama TNI secara resmi dimulai,” tegas Prabowo.
Sejumlah menteri koordinator beserta para kepala staf angkatan turut mendampingi Presiden selama acara berlangsung. Akhirnya, kehadiran para pejabat teras ini menegaskan keseriusan penuh pemerintah dalam mengawal program swasembada pangan nasional.







