Connect with us

Education

Peringatan Akbar Hari Silsilah Tarekat Naqsyabandiyah ke-35, Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Teladani Nilai Spiritual dan Kontribusi Ulama Karismatik

Published

on

Semarang(usmnews) – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, ikut serta secara virtual dalam pelaksanaan peringatan akbar Hari Guru (HG) ke-109 yang dirangkaikan bersama Hari Silsilah ke-35 tarekat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah. Acara keagamaan yang sakral ini digelar untuk menghormati sang guru spiritual, Maulana Sayyidi Syaikh Prof. Dr. Kadirun Yahya Muhammad Amin, bertempat di Surau Qutubul Amin (SQA), kawasan Arco, Depok.

Melalui keterangan tertulisnya yang dipublikasikan pada hari Jumat, 26 Juni 2026, Menag menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus yayasan dan jemaah yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan mulia tersebut. Peringatan Hari Silsilah ini memang rutin diadakan setiap tahun oleh Yayasan Surau Qutubul Amin dan dijadwalkan tepat pada hari kelahiran Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya sebagai bentuk penghormatan mendalam atas jasa-jasa spiritual beliau.

Rangkaian Kegiatan dan Refleksi Keteladanan

Agenda perayaan tersebut dipusatkan di Pendopo Agung SQA dan dihadiri oleh jemaah dari berbagai daerah. Selain mendengarkan ceramah dan berzikir, seluruh jemaah juga melaksanakan ziarah akbar di kompleks surau yang berlangsung dengan penuh khidmat mulai pukul 10.30 hingga pukul 14.30 WIB.

Nasaruddin Umar menekankan bahwa momentum tahunan ini memiliki nilai yang sangat penting bagi umat. Peringatan ini menjadi ruang untuk merenungkan kembali serta meneladani rekam jejak kehidupan Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya. Beliau diakui secara luas sebagai seorang ulama besar, intelektual/akademisi yang cerdas, sekaligus sosok Mursyid yang karismatik yang memimpin silsilah emas di dalam tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah.

“Almarhum telah membuktikan kepada kita semua bahwa kedalaman nilai spiritual dan kecintaan yang tulus kepada Allah SWT tidak akan pernah menjadi penghalang bagi seseorang untuk berkarya. Beliau tetap mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan negara, perkembangan ilmu pengetahuan, dan keharmonisan keluarga, sekaligus menjadi penerang moral di era modern yang penuh dengan tantangan ini,” ujar Menag.

Peran Strategis Tarekat bagi Moral Bangsa

Dalam pandangan Menteri Agama, tarekat Naqsyabandiyah yang memiliki pondasi kuat pada amalan dzikrullah (mengingat Allah) memegang peranan yang sangat vital di tengah masyarakat modern. Penguatan nilai-nilai tarekat diharapkan mampu menjadi:

  • Penawar batin dan benteng pertahanan utama bagi umat dalam membendung dampak negatif perkembangan zaman.
  • Sarana tazkiyatul nafs atau proses penyucian jiwa agar hati manusia terhindar dari penyakit-penyakit rohani.
  • Media pembentuk kesalehan individual yang kuat, yang pada akhirnya akan bertransformasi menjadi kesalehan sosial yang berdampak luas bagi lingkungan sekitar.

Secara rekam jejak sejarah, gerakan tarekat di Indonesia telah tumbuh menjadi pilar kokoh yang menjaga moralitas bangsa. Tarekat berperan aktif dalam menyebarkan wajah Islam yang damai, ramah, dan Rahmatan lil Alamin (rahmat bagi semesta alam), sekaligus berfungsi sebagai elemen pemersatu yang merekatkan persatuan di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ajakan Pemerintah dan Hubungan Historis yang Erat

Melalui momentum ini, Pemerintah melalui Kementerian Agama mengajak seluruh jemaah Naqsyabandiyah untuk tidak putus-putusnya mendoakan keselamatan, kedamaian, serta kesejahteraan bagi bangsa Indonesia agar selalu berada di dalam perlindungan dan berkah Allah SWT. Menag juga mengimbau agar semangat perjuangan serta pengabdian dari Ayahanda Guru terus dihidupkan, tidak hanya dalam urusan ibadah ritual semata, melainkan juga diwujudkan dalam pengabdian konkret kepada masyarakat, keluarga, serta negara.

Meskipun tidak dapat hadir secara langsung di lokasi acara karena kendala jarak, Menag menyampaikan permohonan maaf yang mendalam tanpa mengurangi rasa hormat dan respeknya kepada seluruh jemaah yang hadir, seraya mendoakan kelancaran dan kesuksesan acara tersebut.

Di sisi lain, Ketua Majelis Silaturahmi SQA, H. Suroso, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian besar yang diberikan oleh pihak pemerintah, khususnya dari Menko Muhaimin Iskandar dan Menag Nasaruddin Umar. Kehadiran Menag dalam agenda yayasan ini merupakan momen yang kedua kalinya. Uniknya, saat pertama kali hadir dalam seminar menyambut 100 tahun Hari Guru pada tahun 2017 silam, Nasaruddin Umar hadir bertindak sebagai pembicara ketika beliau masih mengemban amanah sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *