Connect with us

Nasional

Ahmad Luthfi Mendorong Aksi Bersama Tangani Sampah di Jawa Tengah

Published

on

Semarang (usmnews) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak masyarakat menggelorakan aksi bersama tangani sampah secara berkelanjutan. Beliau menerima kedatangan pengurus World Cleanup Day Jawa Tengah pada ruang kerja kantor gubernur. Selanjutnya, Luthfi menegaskan bahwa sejumlah daerah telah berhasil mengembangkan teknologi olah limbah secara mandiri. Kota Cilacap dan Banyumas sukses memproses limbah menjadi bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah daerah lain wajib memperkuat program kebersihan lingkungan secara terpadu.

Gubernur Mengajak Masyarakat Melakukan Aksi Bersama Tangani Sampah

Gubernur menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan gerakan kebersihan lingkungan World Cleanup Day tahun ini. Beliau menilai momentum ini sangat efektif memupuk kesadaran warga dalam aksi bersama tangani sampah harian. Namun, Luthfi mengingatkan warga agar tidak menghentikan gerakan kebersihan saat acara rutin selesai. Kegiatan mulia ini harus terus menjangkau seluruh kawasan kabupaten serta kota di provinsi. Bahkan, para bupati dan wali kota harus memimpin langsung gerakan kebersihan pada wilayah masing-masing.

“Poin paling utama adalah membangun kesadaran bersama seluruh warga masyarakat,” kata Luthfi memberikan arahan.

“Kami tentu menyetujui dan segera memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan gerakan ini,” sambungnya penuh optimisme.

Pengelolaan Sampah Terpadu Melalui Edukasi Berkelanjutan

Sementara itu, Leader gerakan daerah, Septiany Punti Dewi, mengurai jadwal pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut. Panitia menggelar rangkaian acara mulai pertengahan Agustus hingga akhir Oktober mendatang secara meriah. Mereka mengusung tema Bebersih Pemuda-Pemudi untuk Memerdekakan Sampah pada perayaan tahun kedelapan ini. Selain itu, Provinsi Jawa Tengah selalu meraih peringkat pertama pemegang jumlah relawan terbanyak nasional. Septiany menegaskan relawan tidak hanya menyapu jalanan saat perayaan hari aksi kebersihan berlangsung.

“Kami juga mendatangi sekolah, kampus, serta desa untuk memberikan edukasi kebersihan lingkungan secara berkala,” ujar Septiany.

“Kami ingin menjadikan gerakan kebersihan ini sebagai pemantik semangat bagi seluruh warga,” tambahnya menegaskan tujuannya.

Sekolah Bebas Sampah Wujudkan Budaya Lingkungan Bersih

Kemudian, Koordinator Program gerakan daerah, Purnawirawan, menjabarkan keberhasilan program kebersihan pada sektor pendidikan. Tim relawan sudah menjalankan program sekolah bebas sampah pada wilayah Kabupaten Kudus sejak lama. Karenanya, para guru harus memberikan teladan nyata mengenai cara memilah limbah rumah tangga. Kebiasaan membuang limbah pada tempatnya pasti membentuk karakter peduli lingkungan bagi para siswa. Purnawirawan menilai masyarakat masih menganggap penanganan kebersihan sebagai tanggung jawab pemerintah daerah belaka.

“Pemerintah perlu memperketat penerapan aturan hukum dan penjatuhan sanksi bagi para pelanggar kebersihan,” tegaskannya.

“Langkah ini bertujuan mendorong warga bertanggung jawab mengelola limbah mereka sejak dari sumber awal,” lanjut Purnawirawan.

Sebagai contoh, tim berhasil mendampingi sebuah perguruan tinggi hingga mampu menekan volume limbah buangan. Kampus menjual limbah bernilai ekonomi tinggi untuk membiayai program beasiswa bagi para mahasiswa berprestasi. Akibatnya, kampus tersebut sukses mencapai predikat bebas limbah buangan pada tahun berikutnya. Oleh karena itu, pengelola akan menjadikan kampus tersebut sebagai percontohan bagi perguruan tinggi lainnya. Akhirnya, seluruh pihak terus berkomitmen menjaga kebersihan bumi melalui aksi nyata sepanjang waktu.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link