Tech
Menilik Royal Enfield Flying Flea C6, Motor Listrik Retro Berdaya Jelajah 154 Km Resmi Terdaftar di Vietnam

Semarang (usmnews) – Pasar kendaraan roda dua berbasis listrik di Asia Tenggara tampaknya akan semakin meriah. Kabar terbaru datang dari Vietnam, di mana model sepeda motor listrik perdana dari Royal Enfield, yaitu Flying Flea C6, kedapatan telah mendaftarkan desain patennya. Kemunculan data registrasi ini terungkap melalui Lembaran Kekayaan Intelektual Industri Vietnam edisi Juni 2026 yang diterbitkan oleh Eicher Motors, perusahaan induk yang menaungi merek legendaris asal India tersebut. Langkah ini sekaligus menandai keseriusan Royal Enfield untuk memperkuat taringnya kembali di pasar Vietnam setelah sempat vakum beberapa tahun.
Desain Klasik Terinspirasi Era Perang Dunia II
Flying Flea C6 pertama kali diperkenalkan ke publik global pada Mei 2025. Motor listrik ini mengusung identitas visual yang unik dengan mempertahankan bahasa desain retro klasik. Jika diperhatikan, penampilannya merupakan penghormatan estetika terhadap model legendaris RE/WD 125 yang diproduksi massal oleh Royal Enfield selama era Perang Dunia II.
Salah satu detail paling mencolok dan menjadi pusat perhatian pada Flying Flea C6 adalah penggunaan suspensi depan bergaya garpu girder (girder fork). Sistem peredam kejut ini memiliki mekanisme unik di mana guncangan dialirkan melalui rangka perantara khusus, alih-alih terhubung langsung ke poros roda depan seperti motor modern pada umumnya. Secara dimensi, motor ini memiliki proporsi yang kompak namun tetap gagah, dengan rincian:

- Panjang x Lebar x Tinggi: 2.089 x 831 x 1.122 mm
- Jarak Sumbu Roda (Wheelbase): 1.366 mm
- Berat Basah: 124 kg (sudah termasuk bobot paket baterai)
Spesifikasi Baterai, Performa, dan Pengisian Daya
Di balik jubah klasiknya, komponen tangki bensin konvensional kini telah ditanggalkan dan diganti dengan paket baterai berkapasitas 3,91 kWh yang mengadopsi sistem pendingin udara (air-cooled). Pihak pabrikan mengklaim bahwa dalam kondisi daya penuh, baterai ini mampu membawa Flying Flea C6 menjelajah hingga jarak maksimum 154 kilometer.
Proses pengisian dayanya pun tergolong efisien untuk penggunaan harian. Untuk mengisi daya dari posisi kosong hingga penuh (0-100%) membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam. Sementara itu, untuk pengisian cepat dari 20% hingga 80%, pengguna hanya perlu menunggu selama kurang lebih 65 menit saja.
Untuk sektor dapur pacu, Royal Enfield membenamkan motor listrik yang dipasang di bagian tengah (mid-drive motor) dengan output daya sebesar 15,4 kW. Tenaga dari motor listrik tersebut kemudian disalurkan ke roda belakang menggunakan sistem penggerak sabuk (belt drive). Konfigurasi penempatan motor di bagian tengah seperti ini jamak ditemukan pada motor listrik berperforma tinggi lainnya, seperti Dat Bike Quantum atau VinFast Theon, karena mampu memberikan distribusi bobot dan keseimbangan yang lebih baik.

Fitur Modern dan Peta Persaingan Pasar
Meskipun tampil dengan eksterior kuno, Flying Flea C6 dibekali dengan segudang teknologi dan fitur mutakhir. Di area kokpit, pengendara akan disuguhi panel instrumen layar sentuh TFT berukuran 3,5 inci. Pengendara juga tidak perlu khawatir kehabisan daya gawai karena motor ini sudah dilengkapi dengan port pengisian daya USB-C berdaya 27W serta dudukan pengisian daya nirkabel (wireless charging) 15W.
Dari sisi keamanan, fitur keselamatan yang disematkan pun sangat mumpuni, meliputi:
- Sistem pengereman ABS dual-channel (dengan opsi penonaktifan mandiri khusus untuk roda belakang).
- Sistem kontrol traksi (traction control).
- Sistem pelacak lokasi kendaraan berbasis GPS.
Di pasar domestik India, Royal Enfield Flying Flea C6 dipasarkan dengan harga 279.000 Rupee dan hadir dalam dua varian warna ikonik, yaitu Flea Green dan Storm Black. Jika nantinya resmi meluncur di pasar Vietnam, motor listrik premium ini diprediksi akan langsung berhadapan dengan Nuen N1-S yang dibanderol di kisaran harga 170 juta VND, sekaligus bersiap menantang model-model motor listrik kelas atas lansiran VinFast yang akan datang.






