Connect with us

Sports

Marc Marquez Menilai Motor MotoGP Modern Terlalu Bergantung Aerodinamika

Published

on

Semarang (usmnews) – Persaingan ajang balap motor paling populer di dunia kembali memicu perdebatan mengenai peran teknologi modern. Bintang balap Ducati Lenovo Marc Marquez menilai motor MotoGP saat ini terlalu bergantung pada perangkat aerodinamika canggih.

Pengembangan teknologi aerodinamika memang meningkatkan kecepatan motor secara signifikan di atas lintasan balap. Oleh karena itu, Marc Marquez menilai motor MotoGP modern justru mengikis ruang kebebasan pebalap dalam mengekspresikan insting berkendara.

Pebalap dituntut tunduk pada karakter mekanis kendaraan ketimbang mengandalkan kemampuan individu. Dengan demikian, Marc Marquez menilai motor MotoGP era sekarang telah mengubah karakter alami persaingan menjadi sangat kaku.

Kritik Marc Marquez Menilai Motor MotoGP Seperti Gaya Berkendara Robot

Marc Marquez Sebut Motor MotoGP saat ini seperti Robot : Okezone Sports

Perkembangan pesat sektor aerodinamika dan ride height device mengubah secara drastis gaya balap para penunggang kuda besi. Di samping itu, Marquez merindukan sensasi menunggangi motor balap periode satu dekade lalu yang sangat liar.

Pebalap asal Spanyol ini mengungkapkan kerinduannya pada era kejayaan balapan tanpa tekanan downforce yang berlebihan. “Motor yang paling saya nikmati adalah motor pada 2014, 2015, dan 2016, saat belum ada aerodinamika. Sekarang memang motor ini sangat menyenangkan dikendarai, tapi lebih seperti gaya berkendara robot,” ujar Marquez.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa pemaksaan gaya balap personal justru akan merusak catatan waktu putaran di lintasan. “Anda harus mengikuti apa yang diinginkan aerodinamika dan Anda tidak bisa lagi mengalahkan karakter motor itu. Kalau Anda memaksa motor keluar dari batasnya, Anda justru melawan aerodinamika dan akhirnya menjadi lebih lambat,” tambahnya.

Dampak Tingginya Downforce Aerodinamika terhadap Cengkeraman Ban Depan

Studi Aerodinamika Pengarah Aliran Udara pada Sepeda Motor MotoGP

Penggunaan downforce skala besar menciptakan tekanan luar biasa tinggi pada komponen ban bagian depan motor. Maka dari itu, pebalap makin sulit melakukan aksi penyelamatan saat kendaraan kehilangan traksi secara mendadak.

Marquez membandingkan kondisi teknis era terdahulu yang masih memberikan ruang bagi pebalap untuk melakukan sliding. “Pada 2014, 2015, dan 2016 tanpa aerodinamika, kalau Anda memaksa motor, justru bisa lebih cepat karena motor mulai sliding dan ban depan mulai kehilangan grip,” tegasnya.

Alhasil, karakter motor modern saat ini membatasi manuver ekstrem yang dahulu sering menghibur para penonton balap. “Sekarang sudah tidak lagi. Masalahnya, downforce yang kami miliki sekarang memberikan tekanan sangat besar ke ban depan. Ketika ban depan mulai kehilangan grip, ban itu tidak pernah kembali,” ungkap Marquez.

Harapan Regulasi Baru MotoGP 2027 untuk Mengembalikan Peran Utama Pebalap

Marquez menegaskan bahwa pandangan kritisnya murni menyoroti pergeseran evolusi teknis balapan, bukan masalah perbedaan pabrikan. Kemudian, wacana perubahan regulasi MotoGP pada musim 2027 menjadi angin segar bagi masa depan kejuaraan ini.

Pihak penyelenggara akan memangkas tingkat aerodinamika serta menghapus penggunaan ride height device secara menyeluruh. Akhirnya, perubahan aturan baru ini akan mengembalikan peran vital bakat pebalap sebagai pembeda utama di arena balap.