Connect with us

Nasional

Padukan Batik Parang dan Ukir Lung-lungan, Intip Filosofi Keren Logo Hari Jadi ke-81 Jateng!

Published

on

Semarang (usmnews) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengumumkan pemenang lomba desain peringatan ulang tahun daerah secara resmi. Achmad Nugroho memenangkan kompetisi bergengsi ini melalui karya kreatif bertema persatuan budaya Jawa. Desainer tersebut menyatukan motif batik parang dan seni ukir lung-lungan secara sangat harmonis. Oleh karena itu, panitia menetapkan karya hebat tersebut sebagai Logo Hari Jadi ke-81 Jateng. Karya ini menampilkan struktur visual yang sangat tegas, elegan, dan saling mengunci.

Kombinasi Budaya pada Logo Hari Jadi ke-81 Jateng

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi tinggi partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Beliau menilai antusiasme warga mencerminkan semangat persatuan sesuai tema utama Gumregut Nyawiji. Selanjutnya, panitia menjadikan kompetisi ini sebagai bagian penting dari rangkaian perayaan daerah kita. Masyarakat luas menyambut hangat ajang ini dengan mengirimkan ratusan karya visual terbaik mereka. Oleh sebab itu, panitia memakai Logo Hari Jadi ke-81 Jateng ini dalam seluruh materi publikasi.

Sebanyak 375 peserta mendaftarkan karya terbaik mereka sejak pembukaan pendaftaran lomba desain tersebut. “Alhamdulillah, lomba logo Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah telah selesai dilaksanakan. Ada 375 peserta yang mengikuti dan mengirimkan karyanya. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk turut berkontribusi dalam perayaan Hari Jadi Jawa Tengah,” ujar Sumarno pada Senin (27/7/2026).

Proses Seleksi Karya Hari Jadi Jawa Tengah

Tim panitia menjalankan proses seleksi karya secara sangat ketat dan profesional. Sebab, tiga juri berkompeten mengawal seluruh tahap penilaian dari awal hingga akhir. Ketiga juri tersebut meliputi Topo Broto, Darfi Rizkavirwan, serta pakar desain Teguh Prasongko. Kemudian, tim juri menyaring ratusan karya masuk melalui beberapa tahap seleksi bertingkat.

“Dari 375 peserta, kemudian disaring menjadi 150 besar. Dari 150 besar disaring lagi menjadi 20 besar, kemudian menjadi lima besar. Setelah melalui proses penilaian oleh para juri, akhirnya terpilih pemenangnya,” jelas Sumarno.

Selain itu, para juri menilai keutuhan konsep visual yang mencerminkan semangat kepemimpinan daerah. Karya pemenang sanggup menyatukan nilai budaya lokal dengan arah pembangunan Jawa Tengah modern. Akhirnya, karya Achmad Nugroho berhasil merepresentasikan visi besar Gubernur Ahmad Luthfi secara sempurna. “Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih para peserta yang telah berpartisipasi dan menyumbangkan ide, dalam lomba desain logo HUT ke-81 Jawa Tengah,” pungkas Sumarno.

Penilaian Objektif Juri Desain Logo Jateng

Sementara itu, juri lomba Darfi Rizkavirwan menyampaikan pujian terhadap kualitas tinggi karya pemenang. Beliau menilai logo ini memiliki keunggulan visual, keunikan, serta relevansi tema yang kuat. Di samping itu, desainer sanggup mengolah motif sulur menjadi aksen angka delapan menarik.

“Lung-lungan artinya tumbuh bergerak, desainer cerdas mengolah lung-lungan dengan aksen angka delapan yang seamless,” ujarnya.

Filosofi Lambang Hari Jadi Jawa Tengah

Selanjutnya, Darfi memuji Dinas Komunikasi dan Digital Jawa Tengah atas penyelenggaraan lomba yang transparan. Panitia memberikan keleluasaan penuh kepada dewan juri untuk membangun sistem penilaian objektif. Sebagai hasilnya, karya terpilih memenuhi syarat teknis, keaslian visual, dan kedalaman makna budaya.

Pemerintah daerah akan mengaplikasikan lambang baru ini pada seluruh materi promosi resmi perayaan. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan semangat kebersamaan melalui identitas visual yang baru ini.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *