Education
Latih Ibu-Ibu dan UMKM, FTP USM Gelar Pelatihan Bakery Kekinian di Dies Natalis ke-39

Semarang (usmnews) – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-39, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang (FTP USM) mengambil langkah nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. FTP USM menggelar pelatihan pembuatan produk bakery kekinian yang ditujukan khusus bagi para ibu rumah tangga, remaja putri, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Semarang.
Pelatihan yang memfokuskan pada peningkatan keterampilan (skill) dan inovasi pangan ini disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi. Lantaran jumlah peserta yang mendaftar membludak dari kuota awal, panitia sampai harus membagi jalannya pelatihan menjadi dua sesi agar proses belajar-mengajar tetap berjalan kondusif dan intensif.

Menghadirkan Praktisi Kuliner Profesional dari Yogyakarta
Untuk memastikan materi yang diberikan bermutu tinggi dan sesuai standar industri, FTP USM berkolaborasi dengan tenaga profesional. Atas inisiasi dari Bapak Ruadi Jarot, pihak kampus menghadirkan Chef Surasa Adi Santosa, seorang praktisi kuliner yang aktif di industri perhotelan Yogyakarta.
Di bawah bimbingan Chef Surasa, para peserta tidak hanya diajarkan teori, tetapi langsung mempraktikkan teknik dasar hingga profesional dalam mengolah adonan roti dan kue yang bernilai jual tinggi.
“Kami sengaja membawa materi pastry dan bakery yang sedang tren dan kekinian. Harapannya, ilmu ini tidak berhenti di sini saja, melainkan bisa langsung dipraktikkan menjadi peluang usaha baru bagi peserta,” ujar Chef Surasa di sela-sela pelatihan.
Dari Bomboloni Kentang hingga Cookies Emping Melinjo yang Unik
Para peserta dibekali dengan resep-resep pilihan yang ramah modal namun memiliki daya tarik pasar yang kuat. Beberapa menu andalan yang diajarkan dalam pelatihan ini meliputi:
- Bomboloni Kentang Kekinian: Roti goreng khas Italia dengan tekstur lembut dan isian (filling) yang melimpah. Chef Surasa juga memberikan tips inovasi materi baku lokal, di mana adonan bisa dimodifikasi menggunakan ubi ungu hingga waluh (labu kuning).
- Choux Craquelin: Kue sus modern dengan topping renyah (crispy) di atasnya, meniru menu-menu premium yang tengah menjamur di berbagai cake shop.
- Kue Kering Pemikat Pasar (Cookies): Menghadapi potensi pasar musiman, peserta diajarkan membuat Dry Cookies unik berbasis kearifan lokal berupa Cookies Emping Melinjo, serta Soft Cookies yang sedang digandrungi anak muda, Crinkle Chocolate Chip.

Mengubah Hobi Menjadi Home Industry Kreatif
Pelatihan ini dinilai sangat tepat sasaran. Salah seorang ibu rumah tangga yang menjadi peserta mengungkapkan bahwa kehadiran pelatihan ini memberikan pandangan baru dalam berbisnis kuliner. Menurutnya, variasi menu seperti bomboloni dan kue kering sangat cocok untuk dirintis sebagai usaha rumahan (home industry), terutama menjelang hari raya.
“Pelatihan ini menarik sekali. Isian bomboloninya banyak dan topping-nya bervariasi. Bagi kami pelaku UMKM, ini sangat memperkaya ilmu agar produk yang kami jual nanti lebih beragam dan menarik konsumen,” ungkapnya dengan antusias.
Komitmen USM dalam Keberlanjutan Program UMKM
Meskipun sebagian besar peserta merupakan pemula dan sempat diwarnai sedikit kesalahan teknis khas proses belajar, Chef Surasa mengaku sangat bangga dengan kegigihan dan semangat belajar para ibu dan remaja putri di USM.
Melihat kesuksesan dan tingginya minat masyarakat pada agenda Dies Natalis USM 39 ini, FTP USM berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program. Pihak penyelenggara merencanakan pelatihan lanjutan pada tahun berikutnya dengan berfokus pada materi pastry modern ala kafe dan restoran yang siap bersaing di pasar digital.







