Education
Perjuangan Anak Sopir Bajaj Lolos ITB Tanpa Bimbingan Belajar

Semarang (usmnews) – Kisah inspiratif kembali datang dari dunia pendidikan Indonesia. Seorang anak sopir bajaj lolos ITB tanpa bimbel setelah berjuang keras belajar mandiri. Siswa berprestasi asal Yogyakarta bernama Andromeda Sufi Anggoro berhasil menembus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB.
Keberhasilan luar biasa ini membuktikan bahwa keterbatasan biaya bukan penghalang untuk meraih impian tinggi. Publik merasa kagum karena anak sopir bajaj lolos ITB tanpa bimbel dengan mengandalkan materi gratis di internet. Andromeda bersama keluarga bahkan menempuh perjalanan darat selama 24 jam menggunakan bajaj menuju Bandung. Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara menyambut hangat kedatangan keluarga gigih ini di Wisma Rektor.

Perjuangan Gigih Anak Sopir Bajaj Lolos Kampus Impian
Andromeda sudah mengidamkan kuliah di ITB sejak duduk di bangku kelas X SMA. Namun, kondisi ekonomi keluarga sempat menunda impian besarnya untuk merantau ke Bandung. Ayah Andromeda, Basuni Yusuf, awalnya meminta sang putra melanjutkan kuliah di Yogyakarta saja.
Basuni Yusuf mengungkapkan kekhawatiran finansialnya, “Waktu itu saya mengatakan kepada Andro, kalau kuliah di Bandung, saya belum mampu membiayainya.”
Meskipun sempat menuruti saran orang tua, semangat Andromeda untuk masuk ITB tidak pernah padam. Ia diam-diam menyiapkan diri menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada semester kedua. Andromeda memanfaatkan platform digital gratis secara maksimal demi menguasai seluruh materi ujian nasional.
Andromeda menceritakan strategi belajarnya, “Saya belum pernah ikut bimbel karena persoalan biaya. Saya sangat mengandalkan YouTube dan tryout online.”
Dukungan Penuh Orang Tua dan Cita-Cita Masuk Jurusan Astronomi
Mendengar kabar kelulusan sang putra, Basuni Yusuf sempat ragu memikirkan masalah biaya hidup. Namun, dorongan kuat sang istri akhirnya memantapkan keyakinan Basuni untuk mengizinkan Andromeda berangkat.
Basuni Yusuf mengingat momen emosional tersebut, “Istri saya bilang, ‘Ayah, bismillah’. Akhirnya, saya mengizinkan dan mendukung Andro berangkat ke Bandung.”
Kini Andromeda bertekad meraih prestasi akademik terbaik selama menjalani Tahap Persiapan Bersama (TPB). Ia ingin meneruskan studi ke Program Studi Astronomi karena sangat menyukai ilmu fisika. Rasa ingin tahunya tentang alam semesta makin membara setelah menghadiri pengajian agama.
Andromeda menjelaskan alasannya memilih astronomi, “Dari sana saya semakin tertarik karena ciptaan Tuhan Yang Maha Esa begitu luas. Saya ingin mendalaminya.”
Harapan Besar Keluarga pada Nama Galaksi Andromeda
Orang tua menyematkan nama Andromeda dari nama galaksi dengan doa serta harapan khusus. Basuni Yusuf berharap nama tersebut memberikan wawasan luas seperti alam semesta bagi sang anak. Oleh karena itu, Andromeda menganggap kesempatan emas ini sebagai amanah besar dari orang tua. Ia berjanji akan belajar sungguh-sungguh demi membalas perjuangan keras kedua orang tuanya.
Andromeda menyampaikan rasa syukurnya, “Saya pasti sangat syukur dan senang karena sudah ingin berkuliah di ITB sejak lama.”
Kisah kegigihan Andromeda memberikan motivasi besar bagi seluruh pelajar di seluruh Indonesia. Semangat pantang menyerah mampu mengalahkan segala rintangan finansial demi meraih masa depan cerah.








