Connect with us

International

Iran Rencana Tarif Kapal, Malaysia Dikecualikan

Published

on

Semarang (usmnews) – Mengutip dari detik.com Rencana Iran untuk mengenakan tarif tol pada kapal yang melintas Selat Hormuz menarik perhatian dunia. Kebijakan ini berpotensi memengaruhi jalur penting pengiriman minyak dan gas global. Namun, Malaysia justru mendapat perlakuan khusus karena hubungan bilateral yang erat.

Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, memastikan kapal tanker negaranya tidak akan terkena tarif tersebut. Ia menyampaikan bahwa Duta Besar Iran telah memberikan jaminan resmi terkait pembebasan biaya bagi kapal Malaysia.

Malaysia Dapat Pengecualian Tarif Khusus

Menurut Anthony Loke, hubungan persahabatan antara Malaysia dan Iran menjadi alasan utama pengecualian ini. Ia menegaskan bahwa komunikasi diplomatik yang baik memberi keuntungan tersendiri bagi kapal Malaysia.

Sebelumnya, pemerintah Malaysia juga telah mengumumkan bahwa kapal mereka mendapat izin untuk melintas dengan aman. Kapal-kapal tersebut berasal dari perusahaan besar seperti Petronas, Sapura Energy, dan MISC Berhad.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menyebut kapal tanker masih menunggu giliran untuk melintas. Kondisi ini terjadi karena banyak kapal tertahan akibat situasi kawasan yang belum stabil.

Dampak Kebijakan Iran

Rencana tarif ini muncul setelah komisi keamanan nasional parlemen Iran menyetujui usulan pungutan bagi kapal yang melewati Selat Hormuz. Meski demikian, kebijakan tersebut masih membutuhkan persetujuan penuh melalui voting parlemen.

Selat Hormuz sendiri memiliki peran vital sebagai jalur distribusi energi dunia. Sejak awal Maret, jalur ini sempat terganggu akibat konflik yang memanas di Timur Tengah. Akibatnya, banyak kapal terpaksa berlabuh dan menunggu izin melintas.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, bahkan telah menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Ia mengapresiasi langkah Iran yang memberi akses aman bagi kapal Malaysia serta memungkinkan awak kapal kembali pulang.

Ke depan, dunia akan terus memantau perkembangan kebijakan ini. Jika tarif benar-benar berlaku, maka dampaknya bisa meluas terhadap perdagangan global, terutama sektor energi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *