Connect with us

USM News

Hebat dan Inspiratif! 2.765 Mahasiswa Baru USM Didorong Jadi Generasi Produktif dan Kritis

Published

on

IMG 1322

Semarang (usmnews)-Kehidupan kampus merupakan sebuah gerbang awal yang sangat penting menuju kemandirian, kedewasaan, serta pematangan pola pikir bagi para generasi muda. Dalam rangka menyambut fase krusial ini, ribuan mahasiswa baru USM (Universitas Semarang) mengikuti serangkaian kegiatan orientasi yang dirancang khusus untuk memfasilitasi masa transisi mereka dari dunia sekolah. Kegiatan yang dinamakan Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa, atau yang lebih akrab disingkat dengan Pakem 2026 ini, berlangsung dengan penuh semangat di Kampus Universitas Semarang sejak tanggal 12 hingga 14 September 2026. Sebanyak 2.765 peserta yang hadir tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan fisik dan sistem akademik kampus yang baru, tetapi juga mulai ditanamkan berbagai nilai-nilai fundamental. Hal ini sangat penting untuk membekali mereka agar tidak kaget dalam menghadapi dinamika serta ritme perkuliahan yang tentunya jauh berbeda dan lebih menuntut kemandirian.

Lebih dari sekadar rutinitas penyambutan mahasiswa baru tahunan belaka, pihak rektorat dan yayasan kampus menyadari betul bahwa para mahasiswa baru USM ini sejatinya adalah calon-calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Oleh karena itu, masa pengenalan kehidupan kampus tersebut menjadi sebuah momentum emas yang sangat berharga. Momentum ini tidak hanya diisi dengan informasi administratif terkait jadwal kuliah, melainkan juga menanamkan wawasan kebangsaan, pembentukan karakter unggul, peningkatan soft skill, serta keahlian adaptasi terhadap laju perkembangan teknologi informasi saat ini. Perubahan status dari sekadar “siswa” menjadi seorang akademisi tingkat tinggi membawa tanggung jawab moral dan intelektual yang besar. Mereka kini dituntut untuk proaktif dalam mencari literatur keilmuan, berani memecahkan persoalan, serta senantiasa memiliki rasa ingin tahu yang tidak pernah padam.

Peran Mahasiswa Baru USM dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045

Rektor Universitas Semarang, Dr. Supari, S.T., M.T., secara langsung menyambut ribuan peserta tersebut dengan penuh kebanggaan dan harapan tinggi. Beliau secara resmi menerima mereka sebagai bagian dari keluarga besar kampus, yang mana dalam istilah tren populer di kalangan Generasi Z saat ini sering disebut sebagai “USMers”. Dalam sambutannya yang menggugah semangat kebangsaan, Dr. Supari menegaskan bahwa esensi pendidikan di perguruan tinggi pantang jika hanya berorientasi pada pencapaian nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) semata. Jauh lebih dari itu, setiap individu di dalam kampus diharapkan tumbuh berkembang menjadi sosok insan intelektual yang utuh, berjiwa profesional, serta mampu memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan peradaban. “Bukan hanya dibangun untuk konstruksi kompetensi, profesionalisme, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan sikap, tetapi hasil akhirnya adalah demi kemajuan nyata bagi Indonesia,” tutur beliau dengan penuh penekanan.

IMG 1321

Menghindari Sindrom “Kupu-Kupu” dan Membangun Karakter

Selain dari jajaran rektorat, pesan yang sarat makna juga ditekankan oleh Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof. Dr. Kesi Widjajanti, S.E., M.M. Dalam sesi paparannya, beliau banyak menyoroti tentang urgensi literasi di dunia akademis. Membaca bagi akademisi bukanlah sekadar tuntutan penyelesaian tugas, melainkan anak kunci utama untuk membuka jendela dunia. Seorang pembelajar akan terus tumbuh (growing) bila ia tidak pernah menghentikan kebiasaannya untuk belajar (learning) dan membaca (reading). Beliau juga membagikan petuah penting agar peserta didik tidak terperosok menjadi golongan “mahasiswa kupu-kupu” (kuliah-pulang, kuliah-pulang). Belajar mendalami teori di kelas memanglah sebuah kewajiban mutlak, namun terjun dan terlibat aktif dalam ekstrakurikuler serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) adalah sebuah kebutuhan pendukung. Di wadah berorganisasi itulah bakat kepemimpinan diuji dan relasi masa depan dirajut secara kuat.

Urgensi Berpikir Kritis Menangkal Informasi Hoaks

Materi penguatan mengenai ketahanan informasi juga menjadi salah satu agenda yang sangat menyita atensi peserta. Sesi ini dikawal langsung oleh Irjen Pol. (Purn) Faizal Thayeb, S.I.K., M.H., yang mengingatkan kembali tantangan besar di era banjir informasi digital saat ini. Arus lalu lintas perputaran berita di media sosial melaju sangat pesat, sering kali masuk tanpa filter kebenaran yang memadai. Kondisi ini membuat misinformasi serta kabar hoaks sangat mudah tersebar ke berbagai lapisan masyarakat. Faizal Thayeb menitikberatkan pentingnya bersikap kritis dan analitis dalam menerima suatu berita. Beliau melarang keras sikap reaksioner, seperti mudah terprovokasi atau latah membagikan kabar burung yang belum terverifikasi dengan baik. “Setiap informasi harus dicari pembandingnya dari sumber tepercaya, karena dengan langkah itu pula, sudut pandang serta cara berpikir kita akan menjadi lebih obyektif, komprehensif, dan lengkap,” jelasnya dengan lugas.

IMG 1320

Mencetak Generasi Tangguh untuk Kejayaan Bangsa

Pada akhirnya, seluruh rangkaian padat kegiatan orientasi ini terpusat pada satu tujuan besar, yaitu mencetak sebuah generasi yang sangat produktif serta berkualitas secara akademis dan moral. Negara kita sedang memacu langkahnya secara masif menuju terwujudnya visi Indonesia Emas pada tahun 2045. Visi yang luhur ini sangat mustahil terealisasi secara otomatis tanpa adanya kontribusi aktif, kreativitas, dan energi besar dari pemuda-pemudi yang saat ini dididik di bangku perguruan tinggi. Mereka yang kini dipersenjatai dengan bekal ilmu pengetahuan yang mapan, nilai kebangsaan yang mengakar, hingga daya nalar yang tajam, merupakan pilar utama pembangunan berkelanjutan bangsa ini. Diharapkan mereka semua dapat merampungkan studi secara bertanggung jawab dan lulus menjadi agen perubahan andal demi kemakmuran Tanah Air.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link