International
Tak Ada Ampun: Aturan Baru Jerat Pengemudi Mabuk di Thailand

Semarang (usmnews) – Dilansir dari detik.com Kepolisian secara resmi menegaskan kebijakan nol toleransi yang sangat ketat. Khususnya, aturan tegas ini menyasar masalah pengemudi mabuk di Thailand. Kini, petugas tidak akan memberikan teguran lisan lagi kepada para pelanggar. Baik warga lokal maupun wisatawan asing wajib mematuhi aturan lalu lintas ini.
Selanjutnya, siapa pun yang melanggar pasti langsung menghadapi proses hukum. Bahkan, penolakan tes napas akan memperberat status tersangka. Pasalnya, undang-undang langsung menganggap penolakan itu sebagai tindakan mengemudi dalam keadaan mabuk. Mengutip Pattaya Mail, Wakil Komisaris Jenderal Kepolisian Thailand, Samran Nualma, memberikan pernyataan tegasnya. Menurutnya, Kepala Kepolisian Nasional, Kitrat Phanphet, telah memerintahkan seluruh petugas lalu lintas. Tujuannya, mereka harus memperketat pengawasan sesuai kebijakan fiskal 2026.

Lebih lanjut, polisi sangat ingin menekan angka kecelakaan di wilayah padat dan berisiko tinggi. Oleh karena itu, penegakan hukum ini meluas ke berbagai destinasi wisata utama. Misalnya, kawasan populer seperti Pattaya, Phuket, dan Chiang Mai. Nantinya, petugas akan memperbanyak pos pemeriksaan dan patroli rutin. Terutama, mereka menyasar area hiburan malam dan kawasan pantai saat musim liburan.

Faktanya, kecelakaan lalu lintas akibat ulah pengemudi mabuk di Thailand masih menjadi penyebab utama kematian. Oleh sebab itu, Samran meminta petugas bertindak tegas setiap kali menemukan pelanggaran. Sebagai contoh, ia membeberkan sebuah kasus nyata pada 20 Februari 2026. Kala itu, seorang pengemudi menolak tes alkohol dan nekat menyerang petugas polisi. Setelah aparat mengamankannya, kadar alkohol pelaku ternyata mencapai 126 miligram persen. Jelas, angka tersebut berada jauh di atas ambang batas hukum.
Berdasarkan hukum setempat, pelanggar langsung menghadapi sejumlah dakwaan berat. Sanksinya meliputi denda besar, hukuman penjara, hingga pencabutan izin mengemudi (SIM). Apalagi, hukuman lebih berat pasti menanti jika pelanggaran tersebut menyebabkan korban jiwa. Pada akhirnya, Komandan Pendidikan Kepolisian, Nithithorn Jintakanon, merilis imbauan penting. Ia meminta semua pihak tidak menjadi pengemudi mabuk di Thailand demi keselamatan bersama.







