Connect with us

Education

Harga Melonjak dan Susah Dicari, Masker Boleh Dicuci Ulang?

Published

on

images 2 2

Semarang (usmnews) – Harga Melonjak dan Susah Dicari, Masker Boleh Dicuci Ulang? Pertanyaan ini mendadak menjadi perhatian utama masyarakat luas di tengah meningkatnya kebutuhan akan perlindungan pernapasan. Dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi gunung berbuat paparan debu di berbagai wilayah meningkat drastis. Situasi ini memicu lonjakan permintaan masker kesehatan secara mendadak yang diiringi dengan aksi aksi panic buying, sehingga stok di toko maupun apotek terkuras cepat. Fenomena kelangkaan ini secara otomatis melambungkan harga jual perlindungan diri tersebut hingga beberapa kali lipat dari harga normal.

Kondisi ekonomi yang tertekan akibat lonjakan harga membuat banyak warga tergerak untuk mencari cara alternatif demi menghemat pengeluaran. Salah satu langkah panik yang kerap terlintas adalah dengan memanfaatkan kembali masker bekas melalui proses pencucian. Namun, sebelum mengambil keputusan tersebut, sangat penting bagi kita untuk memahami sisi keamanan medis dari kebiasaan baru ini demi menjaga kesehatan saluran pernapasan.

Risiko Medis: Apakah Harga Melonjak dan Susah Dicari, Masker Boleh Dicuci Ulang?

Menanggapi kepanikan masyarakat, pakar kesehatan paru secara tegas memberikan peringatan mengenai jenis-jenis masker yang pantas dan tidak pantas untuk dibersihkan ulang. Profesor Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), seorang dokter spesialis paru dari RSUP Persahabatan, menegaskan bahwa tidak semua alat pelindung pernapasan dirancang untuk penggunaan berulang kali. Masker medis standar, seperti masker bedah (surgical mask) maupun masker respirator tipe N95, sejatinya diproduksi murni untuk penggunaan tunggal (single-use).

Secara medis, masker sekali pakai dirancang dengan lapisan filter serat khusus yang memiliki kemampuan tinggi untuk menangkap partikel mikro, bakteri, hingga debu vulkanik halus. Apabila masker bedah atau N95 dipaksa untuk dicuci, dibasahi, atau diberi sabun pembersih, struktur serat mikronya akan rusak secara permanen. Akibatnya, daya saring atau kemampuan filtrasi masker tersebut menurun drastis hingga tidak lagi efektif melindungi saluran pernapasan dari bahaya paparan zat beracun dan abu vulkanik.

Penggunaan Masker Tunggal dan Masker Kain

Secara operasional, masker medis tunggal disarankan untuk dipakai paling lama berkisar 6 hingga 8 jam kontinuitas. Jika pemakaian telah mencapai durasi batas tersebut, masker harus segera dilepas dan dibuang ke tempat sampah tertutup secara layak. Memaksakan memakai masker tunggal lebih lama dari rentang waktu ideal tersebut justru berisiko, sebab permukaan masker dipastikan telah menampung kelembapan tinggi dari napas pemakai serta tumpukan kotoran, kuman, dan debu luar.

Bagaimana dengan masker kain? Masker kain memang satu-satunya jenis pelindung yang diperbolehkan untuk dicuci serta dikeringkan agar dapat digunakan kembali secara berkala. Kendati demikian, pengguna wajib memahami dampak fisik dari proses pencucian berulang pada kain. Setiap kali masker kain dicuci menggunakan detergen atau air panas, struktur kerapatan serat kain akan melar dan pori-porinya perlahan terbuka makin lebar.

Pori-pori kain yang melebar ini berbanding lurus dengan penurunan daya filtrasi terhadap partikel mikro. Sejak awal, filtrasi masker kain sendiri sudah relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan masker medis bedah atau N95. Begitu dicuci secara terus-menerus, tingkat proteksi masker kain akan jauh menurun, sehingga partikel debu vulkanik yang amat halus tetap berpotensi menembus barisan pertahanan kain tersebut

Mengatasi Kelangkaan Masker dengan Bijak

Menghadapi tantangan lingkungan serta kepanikan pasar, masyarakat diimbau untuk bertindak tenang dan rasional. Menghemat penggunaan masker bukan berarti mengabaikan kaidah-kaidah kesehatan medis standar. Mengingat pertanyaan Harga Melonjak dan Susah Dicari, Masker Boleh Dicuci Ulang? telah terjawab dengan penegasan medis bahwa masker medis tidak boleh dicuci, maka prioritas masyarakat adalah menjaga kebersihan masker kain secara tepat jika memang terpaksa menggunakannya.

Jika terpaksa memakai masker kain saat stok masker medis sulit didapatkan, pastikan Anda mencucinya dengan lembut tanpa merusak kain secara agresif dan mengeringkannya di bawah terik matahari hingga benar-benar kering sempurna sebelum digunakan kembali. Selain itu, kurangi aktivitas luar ruangan yang kurang mendesak saat kualitas udara memburuk akibat abu vulkanik. Langkah ini jauh lebih efektif menurunkan risiko gangguan pernapasan daripada memaksakan diri menggunakan masker sekali pakai yang telah dicuci berulang kali.

Secret Link