Connect with us

Entertainment

Pesan Cinta Timothée Chalamet untuk Kylie Jenner Saat Menang Critics Choice Awards

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Ajang penghargaan bergengsi Critics Choice Awards yang digelar pada Minggu (4/1) malam menjadi saksi bisu momen bersejarah sekaligus romantis bagi aktor berbakat, Timothée Chalamet. Aktor berusia 29 tahun tersebut akhirnya berhasil membawa pulang piala Best Actor berkat penampilan gemilangnya sebagai Marty Mauser, seorang juara tenis meja dalam film biopik Marty Supreme.

‎Kemenangan ini terasa semakin spesial karena Chalamet mendedikasikannya kepada orang-orang terkasih, termasuk kekasihnya, Kylie Jenner. Dalam pidato kemenangannya, Chalamet secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pasangan yang telah mendampinginya selama tiga tahun terakhir tersebut.

‎Dedikasi Cinta untuk Kylie Jenner

‎Di atas panggung, Chalamet tidak ragu menunjukkan sisi romantisnya. Ia menyebut bahwa pencapaian ini tidak mungkin terjadi tanpa dukungan sang kekasih.

‎”Saya berterima kasih kepada pasangan saya selama tiga tahun. Aku mencintaimu. Aku tidak bisa melakukan ini tanpamu. Terima kasih dari lubuk hati saya yang paling dalam,” ungkap Chalamet dengan penuh haru.

‎Momen tersebut disambut hangat oleh Kylie Jenner yang hadir di sana. Ketika kamera menyorot wajahnya, Kylie terlihat membalas ungkapan cinta tersebut dengan mengucapkan “I love you” kepada Chalamet, menciptakan salah satu momen paling manis dalam malam penghargaan tersebut.

‎Akhir Penantian Panjang dan “Kutukan” Nominasi

‎Piala ini memiliki makna yang sangat besar bagi karier Chalamet. Sebelumnya, bintang muda ini sempat merasa frustrasi karena sering kali hanya masuk dalam daftar nominasi tanpa pernah membawa pulang piala di ajang-ajang besar.

‎Tercatat, ia pernah dua kali dinominasikan sebagai Best Actor di Academy Awards (Oscar), tiga kali di BAFTA Awards, dan empat kali di Golden Globe Awards, namun semuanya berakhir dengan kekalahan.

‎Dalam sebuah wawancara dengan Variety pada November 2025 lalu, Chalamet sempat curhat mengenai pengalaman pahit tersebut. Ia menggambarkan betapa ironis dan “lucunya” situasi ketika ia harus pulang dengan tangan kosong dan merobek naskah pidato kemenangan yang sudah ia siapkan di saku jasnya.

‎Kini, kutukan itu patah. Chalamet mengaku sempat gugup dan tidak menyangka akan menang, mengingat persaingan di kategori ini sangatlah sengit. Ia berhasil mengungguli nama-nama besar, termasuk aktor legendaris Leonardo DiCaprio (film One Battle for Another), Joel Edgerton (Train Dreams), Ethan Hawke (Blue Moon), Michael B. Jordan (Sinners), dan Wagner Moura (The Secret Agent). Chalamet pun turut memberikan penghormatan kepada rekan-rekan nomine lainnya dalam pidatonya.

‎Apresiasi untuk Josh Safdie dan Film Marty Supreme

‎Selain berterima kasih pada Kylie, Chalamet memberikan kredit besar kepada Josh Safdie, penulis sekaligus sutradara Marty Supreme. Chalamet memuji visi artistik Safdie dalam mengemas cerita.

‎Menurut Chalamet, Safdie berhasil menciptakan karakter pria yang penuh kekurangan namun memiliki impian yang relevan dengan banyak orang, tanpa terjebak untuk menggurui penonton tentang moralitas benar dan salah. “Saya rasa kita semua seharusnya menceritakan kisah-kisah seperti itu. Terima kasih atas mimpi ini,” tambahnya.

‎Film Marty Supreme sendiri telah tayang sejak 25 Desember 2025. Film ini mengangkat kisah nyata kehidupan Marty Reisman, yang dalam film diperankan Chalamet sebagai karakter Marty Mauser. Berlatar di New York tahun 1950-an, film ini mengikuti perjalanan ambisius seorang petenis meja yang mengejar mimpinya untuk menjadi juara dunia, sebuah peran yang akhirnya mengantarkan Chalamet ke podium juara di dunia nyata.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *