Connect with us

International

Prabowo Kecam Genosida Gaza, Dukung Solusi 2 Negara Palestina & Israel

Published

on

Pidato Prabowo di PBB: Mengutuk Kekerasan dan Mendesak Solusi Dua NegaraPresiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato penting di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada Senin, 22 September waktu setempat.

Dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai Palestina dan Solusi Dua Negara, Prabowo dengan tegas mengecam tindakan militer Israel di Gaza yang ia sebut sebagai genosida. Konflik ini telah merenggut nyawa puluhan ribu warga Palestina sejak Oktober 2023, sebuah tragedi yang menurutnya tidak bisa dibiarkan. Ini adalah penampilan perdana Prabowo di forum PBB sejak ia menjabat sebagai presiden pada tahun 2024.Dalam kesempatan tersebut, Prabowo kembali menegaskan komitmen kuat Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan yang realistis dan adil untuk mencapai perdamaian abadi antara Palestina dan Israel.

“Kami mengecam seluruh bentuk kekerasan terhadap warga sipil yang tak bersalah,” ujar Prabowo, menggarisbawahi posisi Indonesia yang menentang segala bentuk kekerasan, terlepas dari pihak mana pun. Ia melanjutkan, “Oleh karena itu, Indonesia, sekali lagi menekankan kembali komitmennya terhadap solusi dua negara untuk persoalan di Palestina.

Solusi dua negara menjadi jalan menuju perdamaian.”Prabowo juga mendesak seluruh negara anggota PBB untuk segera memberikan pengakuan resmi terhadap Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Menurutnya, pengakuan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah langkah krusial untuk membuka jalan menuju perdamaian sejati.

“Pengakuan (terhadap Negara Palestina) menjadi kesempatan untuk mewujudkan perdamaian yang abadi. Pengakuan itu harus dimaknai sebagai perdamaian yang nyata bagi seluruh pihak, seluruh kelompok,” tegasnya.Pidato ini juga menyoroti Deklarasi New York, sebuah inisiatif yang lahir dari keprihatinan global atas situasi di Gaza. Deklarasi yang disahkan oleh Majelis Umum PBB pada 12 September 2025 ini bertujuan untuk mencari solusi komprehensif atas krisis yang terjadi.

Isinya mencakup berbagai poin penting, seperti seruan untuk gencatan senjata segera antara Israel dan Hamas, pembentukan misi internasional di bawah mandat Dewan Keamanan PBB untuk memastikan stabilitas dan pemulihan di Gaza, serta jaminan akses penuh untuk bantuan kemanusiaan. Deklarasi ini juga menekankan pentingnya peran UNRWA (Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina) dan perlindungan terhadap para relawan kemanusiaan yang berisiko tinggi.

Lebih lanjut, Deklarasi New York menyerukan rekonstruksi Gaza yang akan dikoordinasikan oleh Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dengan bantuan dana yang difasilitasi oleh Bank Dunia. Poin krusial lainnya adalah pengakuan terhadap Negara Palestina dan penetapan perbatasan negara sesuai dengan Resolusi PBB 242 tahun 1967.

Prabowo melihat deklarasi ini sebagai peta jalan yang adil dan damai menuju perdamaian yang dicita-citakan.Pada akhir pidatonya, Prabowo menyampaikan seruan yang penuh semangat kepada para pemimpin dunia yang hadir. Ia mendesak semua negara anggota PBB untuk bekerja sama mewujudkan perdamaian tanpa penundaan. “Kita butuh perdamaian itu sekarang! Perdamaian segera!

Kita butuh mewujudkan perdamaian!” seru Prabowo, mengakhiri pidatonya dengan penekanan yang kuat.KTT ini merupakan bagian dari rangkaian Sidang Majelis Umum Ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA). Acara ini diprakarsai oleh Prancis, yang diwakili oleh Presiden Emmanuel Macron, dan Arab Saudi, yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud

. Sesi pertama KTT dibuka dengan pidato dari Macron, Pangeran Faisal, dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.Pada sesi kedua, 33 pemimpin delegasi dari berbagai negara dan blok seperti Uni Eropa dan Liga Arab diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato singkat. Presiden Prabowo berada di urutan kelima, setelah Raja Jordania Abdullah II, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva, dan Presiden Portugal Marcelo Nuno Duarte Rebelo de Sousa. Kehadiran dan pidato Prabowo di forum global ini menegaskan kembali posisi teguh Indonesia dalam mendukung kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, serta mendesak seluruh komunitas internasional untuk bertindak nyata demi perdamaian.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *